Tampilan slide

Loading...

ATRIUM CLOCK

Selasa, 29 Mei 2012

ARTIKEL MACAM-MACAM BIBIT TANAMAN


Srikaya
Annona squamosa L. Nama umum
Indonesia:
Srikaya, sirkaya, sarikaya, atis
Inggris:
Sugar Apple
Melayu:
Nona Sri Kaya, Buah Nona, Sri Kaya
Vietnam:
Na, Mang Cau Ta
Thailand:
Noi Na
Pilipina:
Atis
Annona squamosa
Srikaya
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Magnoliidae
                         Ordo: Magnoliales
                             Famili: Annonaceae
                                 Genus: Annona
                                     Spesies: Annona squamosa L.

Kerabat Dekat
Cimarrona, Sirsak, Buah Nona, Manoa, Annona glabra
Deskripsi
Tumbuhan perdu, berumur panjang (perenial), tinggi 2 - 5 m. Akar tunggang. Batang berkayu, silindris, tegak, warna keabu-abuan, kulit tipis, permukaan kasar, percabangan simpodial, arah cabang miring ke atas. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berseling (alternate), warna hijau, bentuk memanjang (oblongus), panjang 6 - 17 cm, lebar 2,5 - 7,5 cm, helaian daun tipis kaku, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip (pinnate), permukaan halus Bunga tunggal, muncul di ketiak daun dan ujung batang, bertangkai, kelopak tebal berwarna hijau kekuningan Buah semu, bulat mengerucut, warna hijau berbedak putih, 5 - 10 cm, permukaan buah benjol-benjol, dengan biji berbentuk kepingan kecil - berwarna hitam mengkilat, berbuah setelah berumur 3 - 5 tahun Perbanyaan Generatif (biji)


Sirsak Bisa Obati Ambeien
(04/18/2006)   Index
Buah sirsak sudah cukup familiar dengan kita. Buah ini bisa dibuat berbagai penganan yang lezat. Misalnya dodol, kripik, atau dimakan langsung. Sirsak (Annona muricata Linn) bisa ditanam di pekarangan rumah. Tapi sebenarnya tanaman ini bisa tumbuh di sembarang tempat. Namun di daerah yang mengandung banyak air, sirsak akan tumbuh dengan lebih baik.
Sedangkan di Indonesia, sirsak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik di daerah yang ketinggiannya kurang dari seribu meter di atas permukaan laut. Nama sirsak berasal dari bahasa Belanda, yaitu Zuurzak yang berarti kantung yang asam.
Daun sirsak berbentuk bulat telur dan agak tebal.Buahnya juga berbentuk bulat dengan permukaan kulit yang kasar. Buah yang sudah matang rasanya lebih terasa asam daripada manis.
Selain enak rasanya, buah ini juga memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan. Berbagai penyakit dan gangguan bisa diatasi dengan buah ini. Misalnya ambeien, sakit pinggang, bisul, mencret pada bayi, dan anyang-anyangan (sering buang air kecil tapi sedikit dan terasa sakit).
Sirsak dikenal memiliki nama yang berbeda di berbagai tempat. Masyarakat Jawa misalnya, menyebutnya nangka sabrang atau nangka landa. Sedangkan orang sunda menamakannya nangka walanda.
Beberapa nama lain untuk buah ini adalah deureuyan Belanda (Aceh), durian Batawai (Minangkabau), jambu landa (Lampung), Srikaya Jawa (Bali), dan sebagainya.
Berbagai referensi menyebutkan, buah sirsak mengandung berbagai zat dan senyawa yang dibutuhkan oleh tubuh. Misalnya kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, dan besi. Juga beberapa vitamin, yaitu vitamin A, B, dan C. Sedangkan batangnya mengandung senyawa tannin, ca-oksalat, dan fitosterol.
Karena kandungan senyawa dan zat itu, maka sirsak bisa dimanfaatkan untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Untuk mengobati ambeien misalnya, yang dimanfaatkan adalah buah sirsak yang sudah matang. Caranya, buah tersebut diperas dan diambil airnya sebanyak satu gelas. Air tersebut kemudian diminum dua kali sehari.
Bayi yang mengalami mencret-mencret juga bisa disembuhkan dengan sirsak. Untuk keperluan ini, buah sirsak yang sudah matang diperas dan diambil airnya. Kemudian minumkan air perasan tersebut ke bayi sebanyak 2 - 3 sendok makan.
Mereka yang mengalami sakit pinggang juga bisa memanfaatkan tanaman ini. Yang digunakan adalah daunnya. Caranya, ambillah 20 lembar daun sirsak dan rebus dengan lima gelas air hingga mendidih dan hanya tinggal tiga gelas. Air ini selanjutnya diminum satu kali sehari sebanyak tiga perempat gelas.

http://1.bp.blogspot.com/_NZmex_4xsMU/TA8dRTsKu8I/AAAAAAAAAyQ/fr91GFKU8vI/s200/kelengkeng+aroma+durian+t30cm+hrg+75000.JPG1. Lengkeng Aroma Durian
Daun : Lurus, kaku, dan hijau tua
Tajuk : Percabangan kokoh dan tidak menjuntai
Buah : Daging buah tebal, biji kecil, kering, kulit putih, berpelat
Masa berbuah : 1,5 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktivitas : 2,5 kg/pohon dari pohon berumur 1,5 tahun

http://2.bp.blogspot.com/_NZmex_4xsMU/TA8hqtdyQbI/AAAAAAAAAzo/le4f18tGe1k/s200/39-Tandan+buah+lebat+lengkeng+var+%27Diamond+River%27.jpg2. Lengkeng Diamond River
Daun : Lanset, hijau cerah, panjang 10 cm dan lebar 3-4 cm
Tajuk : Kompak, cabang mudah terbelah
Buah : Daging buah tebal, biji kecil, berair, dan beraroma
Masa berbuah : 1,5 - 2 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktivitas : 10-20 kg/pohon dari pohon berumur 2 tahun

http://4.bp.blogspot.com/_NZmex_4xsMU/TA8dkKmygUI/AAAAAAAAAyg/AbYM6zkx-L0/s200/itoh.jpg3. Lengkeng Itoh
Daun : Lurus, agak tebal, panjang 18-22 cm, lebar 5-6 cm
Tajuk : Rimbun, cabang menjuntai seperti terkulai lemas
Buah : Beraroma sepertiBuah seukuran uang logam Rp.500, daging kering, tebal, biji kecil
Masa berbuah : 3,5 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktivitas : 12 kg/pohon dari pohon berumur 3,5 tahun

http://4.bp.blogspot.com/_NZmex_4xsMU/TA8duIWGbZI/AAAAAAAAAyo/xlPWpVg9T90/s200/Jenderal.JPG4. Lengkeng Jenderal
Daun : Lebar, agak panjang dan tanpa lengkungan
Tajuk : Lebar
Buah : Daging buah putih, kering, beraroma seperti diamond river, biji kecil
Masa berbuah : 3,5 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktivitas : 12 kg/pohon dari pohon berumur 3,5 tahun

http://2.bp.blogspot.com/_NZmex_4xsMU/TA8d64g1XbI/AAAAAAAAAyw/_uRnBMbFBdM/s200/lngkeng-kristal2.jpg5. Lengkeng Kristal
Daun : Kurus, panjang 19-23 cm, lebar 5-6 cm, hijau muda, mirip dan itoh
Tajuk : Menjuntai kebawah seperti terkulai lemas
Buah : Daging buah tebal 4-5 mm, kering, kenyal, kadar gula 23 briks
Masa berbuah : 3 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktivitas : 35-48 kg/pohon dari pohon berumur 3 tahun

http://1.bp.blogspot.com/_NZmex_4xsMU/TA8eHcqm_0I/AAAAAAAAAy4/qeqZsgdJomc/s200/38-Bibit+lengkeng+%27Pingpong%27+tumbuh+sehat+dan+subur.jpg6. Lengkeng Pingpong
Daun : Oval, panjang 11 cm, lebar 4 cm, tepi daun melengkung,
Tajuk : Cenderung ngelancir
Buah : Seukuran bola pingpong, daging tipis, biji besar, kering, beraroma
Masa berbuah : 1 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktivitas : 1 kg/pohon dari pohon berumur 7-8 bulan

http://3.bp.blogspot.com/_NZmex_4xsMU/TA8eVfE8eQI/AAAAAAAAAzA/4K3foAgEA4M/s200/puangraiS5030008.JPG7. Lengkeng Puang rai
Daun : Daun muda lurus dan datar,daun tua bagian tepi melengkung
Tajuk : Pertumbuhan cenderung keatas, cabang lebih liat, cocok untuk tabulapot
Buah : Daging tebal 5 mm, dibeberapa tempat berair
Masa berbuah : 1 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktivitas : 20 kg/pohon dari pohon berumur 5 tahun(pot)

http://3.bp.blogspot.com/_NZmex_4xsMU/TA8ekRmUk4I/AAAAAAAAAzI/PHeGWjtK7_o/s200/1jari.jpg8. Lengkeng Satu jari
Daun : Agak pendek, panjang 16 cm, lebar 45 cm, hijau tua, ruas batang sangat pendek, letak tepat berhadapan, dan rapat
Tajuk : Tajuk pertumbuhan cenderung keatas, dan lebih kokoh, cocok untuk tabulapot
Buah : Kulit buah muda hijau muda, kulit buah matang gading, daging buah tebal, kering
Masa berbuah : 2 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktivitas : 4 kg/pohon dari pohon berumur 3 tahun (pot)

http://4.bp.blogspot.com/_NZmex_4xsMU/TA8ey0-XbxI/AAAAAAAAAzQ/TVmq4Tl_GpY/s200/chompuJPG.JPG9. Lengkeng Si chompu
Daun : Mirip daun rambutan, panjang 19 cm, lebar 6.2 cm
Tajuk : Kompak, cabang mudah terbelah
Buah : Daging buah tebal, biji kecil, berair, dan beraroma
Masa berbuah : 3 tahun (dengan perlakuan khusus)
Produktivitas : 50 kg/pohon dari pohon berumur 3 tahun

http://2.bp.blogspot.com/_NZmex_4xsMU/TA8h7GwwCkI/AAAAAAAAAzw/NgllvsXdfw0/s200/tanpa+nama.jpg
10. Lengkeng Tanpa nama

Daun : Lebih panjang 2-2,5 cm dari daun itoh dan lebih lebar
Tajuk : Lebar
Buah : Lebih kecil dari itoh, agak berair, tetapi lebih manis daripada itoh
Masa berbuah : 4 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktivitas : 4 kg/pohon dari pohon berumur 4 tahun

http://3.bp.blogspot.com/_NZmex_4xsMU/TA8f0w_G8XI/AAAAAAAAAzg/ZrTKtDZwLfA/s200/verny.jpg11. Lengkeng Verny
Daun : Mirip rambutan, panjang 24 cm, lebar 6 cm
Tajuk : Rimbun
Buah : Kulit tebal, besar seperti pingpong, daging kering dan tebal
Masa berbuah : 5 tahun dari bibit hasil sambungan yang diberi perangsang buah
Produktivitas : 7,8 kg/pohon dari pohon berumur 5 tahun (Trubus)

MACAM MACAM LENGKENG
http://daliajayamakmur.files.wordpress.com/2010/12/lengkeng-diamond-river11.jpg?w=277&h=237Lengkeng Diamond

Karena memang asli lengkeng dataran rendah maka diamond river mudah berbuah di Indonesia. Sifat unggul diamond river terletak pada sosok tanamannya . Percabangan banyak dan produktivitas tinggi. Ia juga berbuah sepanjang tahun. Verietas ini berdaun hijau cerah, panjang 10 cm, lebar 3-4 cm dan tepinya bergelombang. Cabang mudah terbelah. Tajuknya kompak dan sosoknya cenderung melebar ke samping daripada ke atas. Sangat cocok dijadikan tanaman peneduh. Pertumbuhan Diamond River sangat cepat setelah berumur 1 tahun. Daging buahnya agak tipis, berbiji kecil, beraroma dan berair saat dikupas. Lengkeng jenis ini bisa berbuah pada umur 8-12 bulan untuk lengkeng vegetatif, dan 2 – 3 tahun untuk lengkeng generatif. Diamond rever termasuk jenis yang mudah berbuah, walaupun tanpa perlakuan khusus dan sangat produktif ( tanaman berusia 3 tahun dapat berbuah 80-100 kg permusim panen )

Konon kabarnya Lengkeng ini berasal dari negeri gajah putih ( Thailand ). Akan tetapi di Indonesia lengkeng ini bisa berbuah lebat, rasanya manis.
Cara Tanam dan Perawatan
Penyiapan lahan
  • Teknik penanaman dengan bedengan, bisa mengatasi beceknya buah.
  • Di dalam bedengan tersebut dibuat lubang 60 x 60 x 60 cm s/d 80 x 80 x 80 cm. Lubang diangin-anginkan selama 1 minggu ( bila drainase baik ) dan apabila drainase kurang baik 2-3 minggu.
  • Disiapkan media yang terdiri dari tanah gembur; pupuk kandang yang cukup masak dan pasir dengan perbandingan 1: 1 : 1
Penanaman
  • Bibit ditanam dalam pot terlebih dahulu sampai dengan umur 1 tahun baru kemudian dipindah ke lapangan. Cara pananaman bibit sebelum di lapangan, polybag bibit digores dengan silet tajam, keluarkan bibit dan tanahmya,
  • Isilah pot dengan media yang telah diapkan sama dengan media di lapangan, kurang lebih 2/3 dari tinggi pot. Letakkan bibit di atas media tersebut, kemudian timbun dengan media sampai hampir setinggi pot ( jangan terlalu penuh ). Perhatikan agar sambungan bibit tidak tertutup tanah.
  • Setelah berumur kurang lebih satu tahun, pindahkan tanaman tersebut ke lapangan, yaitu pada lobang-lobang tanam yang telah disiapkan.
  • Lobang tanam diisi media sampai rata dengan permukaan tanah, kemudian dibuat lobang sebesar pot.
  • Letakkan pot yang berisi tanaman lengkeng pada lobang tanam tersebut, kemudian pecahkan pot agar akar tanaman dapat berkembang leluasa.
  • Timbun dengan media sampai terjadi gundukan setinggi kurang lebih 25 cm dari permukaan tanah.
Pemupukan
  • Pemupukan tepat waktu dan tepat unsur hara bisa mengatasi beceknya buah
  • Setiap 2 bulan sekali tanaman dipupuk dengan 2 kg pupuk kandang
    Setiap minggu diberikan pupuk daun dengan dosis 5 g/L, bersamaan dengan pupuk daun berikan pula insektisida dan fungisida 1-2 ml/L atau sesuai dosis yang tertera dalam kemasan
  • Untuk pupuk daun digunakan CHAMPION yang berbeda antara fase pertumbuhan vegetatif dan generatif. Untuk pertumbuhan vegetatif NPK berimbang, sedangkan untuk pertumbuhan generatif P dan K tinggi.
  • Pada umur 1-1,5 tahun dipupuk Instant Blue.
  • Instant red digunakan pada tahap pembungaan
  • Diamond river sangat sensitif terhadap overdosis pupuk.
Pengairan
  • Tanaman disiram 2 hari sekali
  • Pengeringan selama 2 minggu dapat menyebabkan pembungaan pada tahap dewasa.
Pemangkasan
  • Banyak atau sedikitnya buah bergantung pada jumlah percabangan.
  • Percabangan yang optimal dapat dibentuk melalui pemangkasan tanaman.
  • Pemangkasan pertama dilakukan 2 bulan setelah bibit ditanam
  • Pemangkasan mengikuti pola 1, 3, 9, 27 dst.
  • Tanda tanaman siap dipangkas yaitu batang berwarna kecoklatan
  • Batang dipangkas 5-10 cm dari ujung pucuk, 2 cm di atas ruas batang terdekat
  • Tinggi tanaman dipertahankan 2,5-3 M untuk memudahkan perawatan dan pemanenan
  • Tunas air dibuang, karena tanaman yang rimbun menyebabkan tingginya kelembaban sehingga mengundang hama.
Pembungaan
  • Diamond river mudah berbuah tanpa perlakuan khusus
  • Pada tanaman muda, jika tidak mengganggu perkembangan vegetatif tanaman, bunga yang muncul dipelihara. Namun jika sebaliknya bunga digugurkan saja
  • Agar bunga muncul serempak, 2 minggu setelah pemupukan terakhir semprotkan Nutrifarm atau Novelgro ke seluruh tajuk ( 1/4 cc / L ) sebagai perekat gunakan APSA. Saat buah seukuran pentol korek, semprotkan pupuk daun.
Pemasangan Penyangga
  • Cabang lengkeng sangat mudah patah sehingga harus dibuatkan penyangga. Penyangga dibuat pada saat tanaman berumur setahun, dan diperbaiki pada umur 2 tahun.
  • Untuk tanaman berumur 1 tahun, dipasang 4 tonggak setinggi 2 m di sekeliling tanaman dengan jarak 80-100 cm dari batang. Pasang galang pada tonggak sebanyak 2 susun
  • Penyangga permanen dibuat pada umur 2 – 2,5 tahun : tinggi 4-5 m sebanyak 6-9 tonggak. Pasang galang 3 susun pada ketinggian 60, 90, 120 cm.

LENGKENG PIMPONG

http://rosellenganjuk.files.wordpress.com/2010/03/lengkeng-pingpong.jpg?w=200&h=150
Ada beberapa jenis lengkeng yang sekarang lagi ngetren, antara lain :
  1. Lengkeng Pimpong ( besar-besar buahnya, manis dan sedikit berair )
  2. Lengkeng Diamond River (manis, sedikit berair, lebih kecil dari pimpong, harum )
  3. Lengkeng Itoh ( manis sekali, kering, lebih kecil dari Diamong river )
  4. Lengkeng Durian ( beraroma durian, lebih kecil dari Diamond river, langka )
Lengkeng pingpong aslinya dari daerah sekitar delta sungai Mekong dan Vietnam bagian tenggara, dikenal dengan nama Xuongcomvang. Dapat dibudidayakan di dataran rendah, beda dengan lengkeng lokal yang harus di dataran tinggi.
Keunggulan lain dari lengkeng jenis ini adalah bisa panen ( panen besar ) tiga kali dalam setahun, sedangkan sub-pembuahan bisa terjadi sepanjang tahun asalkan nutrisi untuk tanaman ini cukup. Jadi selama setahun penuh dapat menikmati buah lengkeng pingpong.
Besar buahnya empat kali lipat lengkeng local, juga lebih besar daripada Diamond River, hampir sebesar bola pingpong. Bijinya juga lebih besar, tapi daging buahnya tebal, kulit tipis, sedikit berair. Aroma wangi dari Lengkeng ini sangat khas, juga lebih wangi daripada lengkeng lokal ataupun lengkeng yang sering kita jumpai di supermarket yang sering kita sebut lengkeng bangkok dan manisnya tidak kepalang tanggung Buah ini juga masih jarang dijumpai di pasar, sebab, memang belum banyak petani kita yang membudidayakan. Lengkeng pingpong merupakan tanaman tropic yang tumbuh subur di tanah berketinggian 500 meter di atas permukaan laut, jadi termasuk lengkeng dataran rendah. Tanaman ini tahan udara panas, akarnya tidak merusak, dapat ditanam di lahan sempit bahkan dalam pot.
Dahannya cenderung memanjang, lentur dan menjulur ke segala arah. Daun berwarna hijau tua dan berukuran kecil menggulung ke belakang ( agak keriting ). Lengkeng vegetatif bisa berbuah pada umur 8-12 bulan dan Lengkeng generatif berbuah saat berumur 2-3 tahun. Sayangnya jenis ini kurang produktif dibanding Diamond rever, mungkin tipe percabangan yang tidak serimbun Diamond rever. Karena daunnya tidak mudah gugur, lengkeng pingpong ini juga cocok sebagai tanaman rindang di halaman depan.
Penanaman
Tanaman ini bisa dibudidayakan dari biji, cangkok maupun bibit okulasi.
Untuk menanam lengkeng Pingpong, pertama-tama masukkan bibit ke pot atau lubang di tanah. Ukurannya harus sesuai besaran tanaman. Untuk bibit ukuran besar siapkan lubang 0,75m x 0,75m x 0,75m sedang untuk bibit yang kecil siapkan lubang ukuran 0,5m x 0,5m x 0,5m dengan media campuran 1:1:1 masing-masing untuk tanah : pasir atau sekam : pupuk kandang ( sebaiknya gunakan pupuk kandang dari kotoran kambing, karena punya kadar phosphate lebih besar daripada kotoran sapi ). Campuran media dibiarkan dalam lubang selama seminggu, kemudian digunakan untuk menanam ( hal ini supaya mikroba dari pupuk kandang dapat menyebar dengan baik kecampuran media sehingga media lebih gembur dan juga memberikan waktu adaptasi bagi bibit yang akan ditanam terhadap kondisi lingkungan sekitar ).
Pada saat penanaman sobek bagian bawah dari karung atau polybag, jangan dari bagian pinggir wadah supaya media dan akar tidak goyang.
Pemeliharaan
Perawatan lengkeng tidak rumit, selama suplai makanan dari kompos tetap terjaga.
Pemeliharaan penting adalah pemangkasan cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Dengan demikian, sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang. Tumbuhan parasit ( benalu ) harus cepat dibuang. Tanaman lengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembungaan dengan jalan mengikat kencang batang yang berada satu meter di atas permukaan tanah. Batang dililit melingkar sebanyak 2-3 kali dengan kawat baja. Tanaman mulai berbunga pada umur 4-6 tahun. Biasanya tanaman ini berbunga pada bulan Juli-oktober. Buah matang lima bulan setelah bunga mekar.
Dalam setahun, sebaiknya beri tiga kali pupuk. Saat kemarau, setidaknya disiram air dua hari sekali.
Penyiraman dan penyemprotan pupuk dilakukan pada malam hari atau pagi hari sebelum matahari terbit, hal ini lebih efektif karena pada saat itulah stomata pada daun terbuka.
Hama yang biasa menyerang tanaman lengkeng adalah serangga pengisap buah (Tessaratoma javanica). Kelelawar merupakan binatang hama yang sering merusak buah yang matang. Penyakit yang sering menyerang saat musim hujan adalah mildu seperti yang menyerang tanaman rambutan. Untuk mencegah serangan kelelawar, pentil buah dibrongsong dengan brongsong yang dibuat khusus.
Panen dan Pasca Panen
Apabila perawatannya baik ( sering dipupuk, disiram dan didangir ) biasanya tanaman dari cangkok atau okulasi akan mulai berbunga dan berbuah pada umur 8-12 bulan. sedangkan yang dari biji bisa mulai berbuah pada umur 21-24 bulan. Pada usia dua-tiga tahun mampu menghasilkan, ini karena jenis semua lengkeng memang tidak mengenal musim.
Musim panen lengkeng di bulan Januari-Februari dengan produksi 300–600 kg per pohon. Lengkeng termasuk buah non-klimakterik sehingga harus dipanen matang di pohon karena tidak dapat diperam. Pemanenan dilakukan dengan alat yang dapat memotong tangkai rangkaian buah. Alat panen berupa gunting bertangkai panjang yang tangkainya dapat diatur dari bawah. Tanda-tanda buah matang adalah warna kulit buah menjadi kecokelatan gelap, licin, dan mengeluarkan aroma. Rasanya manis harum, sedangkan buah yang belum matang rasanya belum manis.

apabila anda berminat dengan buah lengkeng lengkeng super diatas kunjungi workshop kami di:
Jl. Undaan Tengah Gg.7 Kec. Undaan Kab. Kudus // Jl. Getas Pejaten No. 3 Kec. Jati Kab. Kudus
atau hubungi kami di
www.atrium-gardener.blogspot.com 
Or Phone @ 085726986085

Jan 25th, 2011

Budi Daya Kelengkeng Pingpong Antara Hobi Dan Peluang Usaha

By galeriukm -- Category: Agrobisnis
Bila anda menjumpai buah kelengkeng yang berukuran besar bisa jadi itu adalah Kelengkeng Pingpong. Kelengkeng Pingpong merupakan jenis kelengkeng yang memiliki ukuran yang cukup besar sehingga dipersamakan dengan bola pingpong. Sebenarnya kelengkeng pingpong bukanlah tanaman asli Indonesia karena berasal dari Vietnam yang dibawa masuk ke Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu. Berbeda dengan kelengkeng lokal Indonesia yang hanya bisa berbuah dengan baik di dataran tinggi, Kelengkeng pingpong bisa tumbuh dan berbuah pada tanah dataran rendah.

Kelengkeng pingpong memilikiki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan kelengkeng lain sehingga sangat ccocok untuk dibudidayakan. Selain bisa tumbuh di dataran rendah kelengkeng pingpong memiliki ukuran buah yang besar sebesar bola pingpong. Dari sisi usia kelengkeng pingpong dapat berbuah dengan cepat yaitu pada usia 1.5 tahun sudah bisa mulai berbuah. Bila buah-buahan lain rata-rata berbuah satu tahun sekali, kelengkeng pingpong dapat berbuah lebih dari satu kali dalam satu tahun. Boleh dikatakan Kelengkeng Pingpong berbuah dengan tidak mengenal musim karena buah bisa tumbuh dari ranting-ranting secara bergantian. Bagi masyakat perkotaan yang memiliki lahan terbatas, kelengkeng pingpong bisa ditanam pada lahan sempit bahkan pada media pot. Dengan beberapa kelebihan terdebut membuat kelengkeng pingpong menjadi potensi agrobisnis yang cukup mengiurkan.
Sebenarnya ada empat jenis kelengkeng yang cocok ditanam di dataran rendah yaitu Kelengkeng Pingpong, Kelengkeng Diamond River, Kelengkeng Kristalin dan Kelengkeng Itoh. Kelengkeng Diamond river merupakan kelengkeng yang berasal dari Cina sedangkan Kelengkeng Kristalin dan Itoh dari Thailand. Dari sisi ukuran Kelengkeng memiliki ukuran buah yang paling besar dan usia berbuah yang paling pendek.
Saat ini telah banyak orang yang melakukan budi daya kelengkeng pingpong, ada yang melakukan budi daya kelengkeng pingpong hanya sebagai kegemaran dan koleksi saja, tetapin ada yang memang serius menekuninya sebagai lahan bisnis. Salah satu yang menekuni budi daya kelengkeng pingpong sebagai usaha bisnis adalah Isto Suwarno. Beliau bisa dikatakan sebagai perintis Budi daya kelengkeng pingpong dengan bendera usahanya yang diberi nama Telaga Nursery.Di Kawasan Pemukti Baru Tlogo RT12 RW04 Prambanan, Klaten , bibit-bibit kelengkeng Pingpong aneka ukuran disemaikan dan dibudidayakan.
Pada awalnya pada tahun 1996 biji kelengkeng Pingpong mulai ditanam di Prambanan. Bibit ini diperoleh dari pohon indukan yang ditanam di Semarang yang asalnya dari Vietnam. Kini Pak Isto sudah menjual ribuan bibit kelengkeng ke berbagai pelosok tanah air. Pembeli selain datang langsung dan membeli di tempat ada juga yang minta di antar sampai tujuan. Sampai sekarang Pak Isto selalu kebanjiran order bibit kelengkeng Pingpong. Harga bibit kelengkeng pingpong cukup bervariasi tergantung pada ukurannya, misalnya untuk ukuran 15 cm sampai 20 harganya 20 ribu untuk yang berasal dari biji sementara yang berasal dari okulasi berukuran 60 cm seharga 40 ribu. Keunggulan bibit dari okulasi adalah lebih cepat berbuah dibandingkan bibit dari biji, sehingga lebih banyak digemari pembeli. Selain itu Pak Isto juga menyediakan pohon kelengkeng pingpong dalam bentuk pot. Harga tergantung pada ukurannya ada yang seharga 250 ribu bahkan 2.5 juta.

Perawatan Kelengkeng Pingpong

Untuk mendukung hasil yang maksimal dalam budi daya kelengkeng Pingpong ini ada beberapa langkah perawatan yang harus dilakukan oleh penggemar antara lain :
- Menyiapkan lubang sebelum kelengkeng pingpong ditanam. Untuk bibit yang mesar ukuran lubang adalah 0.75m x 0.75m x 0.75m sedangkan untuk bibit kecil ukuran 0.5mx0.5mx0.5m .
- Jarak ideal antar tanaman dalam kebun antara 5 sampai 6 meter.
- Media tanaman adalah Pupuk Kandang dan Tanah 1:2 dan diamkan dalam lubang selama 7 hari sebelum bibit di tanam.
- Dilakukan pemangkasan pada ranting setelah mencapai ketinggian 1.5 meter. Hakl ini dilakukan untuk memperbanyak ranting sehingga kelengkeng pingpong berbuah lebih banyak. Pola pelangkasan dengan sistem 1:3:9.
- Dilakukan Pemupukan 3 kali dalam setahun.
- Penanaman dalam pot dengan komposisi media tanam 2:1:1 (tanah:pupuk kandang:sekam).
- Dengan perawatan yang baik meliputi proses dangir, pemupukan dan penyirama teratur dalam 1.5 tahun bibit yang berasal dari okulasi akan mulai berbuah, sedangkan bibit dari biji akan berbuah pada usia 2.5 tahun. Bila anda tertarik dengan kelengkeng Pingpong ada baiknya anda mencoba. (Galeriukm).

Rambutan
Nephelium lappaceum L. Nama umum
Indonesia:
Rambutan, aceh
Inggris:
Rambutan
Pilipina:
Rambutan
Nephelium lappaceum
Rambutan
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Rosidae
                         Ordo: Sapindales
                             Famili: Sapindaceae
                                 Genus: Nephelium
                                     Spesies: Nephelium lappaceum L.

Rambutan SARAT BUAH MESKI DALAM POT

(01/05/2007)   Index
Banyak orang enggan menanam tabulampot rambutan. Alasannya, susah berbuah. Padahal, jika tahu caranya, tabulampot rambutan pun bisa berbuah lebat, lho.
Tanaman buah dalam pot (tabulampot) kini sudah tak asing lagi bagi para pecinta tanaman. Aneka tanaman buah yang dulu hanya ditanam di halaman yang luas, kini banyak ditanam orang di dalam pot. Namun, sepertinya tak banyak orang yang melirik tabulampot rambutan. Kenapa?
Jujur diakui, tabulampot rambutan seringkali mogok berbuah, bahkan tak pernah berbuah sekali pun. Malah, mati sebelum berbuah. Padahal, tanaman rambutan dalam pot sebetulnya bisa menghasilkan buah, asal kita tahu rahasianya.
Rambutan (Nephellium lappaceum) berasal dari Malaysia dan Indonesia. Kerabat dekatnya antara lain leci (N. litchi) dan kepulasan (N. mutabile). Sentral tanaman rambutan tersebar di berbagai daerah, seperti Bogor, Subang, Bekasi, Purwakarta, Semarang, Banyumas, Purbalingga, Purworejo, Magelang, Jember, Blitar, dan Lumajang, Sleman, Bantul serta DKI Jakarta, khususnya di Pasar Minggu.
Di negeri kita banyak varietas rambutan, entah itu varietas lokal maupun varietas unggul. Untuk varietas lokal, sebut misalnya Aceh Gundul, Aceh Gula Batu, Aceh Gendut, Aceh Kuning, Aceh Padang Bulan, Aceh Garing, Aceh Pao Pao, Aceh Kering Manis, Simacan, Sitangkue, Sinyonya, Brahrang, Hape, dan sebagainya. Sedangkan yang unggul, sekurang-kurangnya ada 8 varie?tas, antara lain Rapiah, Lebak Bulus, Anta Lagi, Sibongkok, Sibatuk Ganal, Garuda, Nona, dan Binjai.
PILIH VARIETAS BINJAI

Pertanyaannya, varietas mana yang akan kita pilih untuk ditanam dalam pot? Belajar dari pengalaman, ternyata varietas Binjai yang ?cocok? ditanam dalam pot. Alasannya, lebih cepat berbuah dibandingkan varietas lain. Apalagi jika bibitnya berasal dari okulasi, yang bisa berbuah kurang dari setahun. Varietas Binjai juga memiliki keindahan tersendiri. Ia memiliki 4 - 5 cabang dan karena itu lebih rimbun. Buahnya juga ngelotok dan manis.
Biasanya, wadah tanam tabulampot adalah pot dari tanah liat. Ukurannya tergantung kondisi bibit yang hendak ditanam. Misalnya, untuk bibit setinggi 50 cm, bisa digunakan pot berdiameter 30 cm.
Namun, untuk tabulampot rambutan, sebaiknya gunakan wadah tanam berupa drum. Ukuran drum sebaiknya agak besar, sebab ukuran bibitnya juga agak besar. Sebagai pedoman, gunakan bibit rambutan Binjai setinggi 60 - 75 cm dengan diameter drum sekitar 50 - 60 cm. Drum ini harus diberi lubang-lubang kecil di bagian dasarnya, kemudian diberi ganjalan berupa batu bata atau batako, sehingga pembuangan air penyiraman lancar. Selama ini, banyak variasi media tanam untuk tabulampot.
Misalnya campuran tanah gembur, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 5 : 1 : 2. Ada juga campuran pupuk kandang, pasir, dan sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Ma sih ada lagi campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2, atau campuran sekam dan pasir dengan perbandingan 1 : 1.
Yang perlu diketahui, tabulampot sangat sensitif terhadap media tanam yang memadat, yang mengakibatkan daun cepat mengering lalu rontok. Oleh karena itu, disarankan menggunakan media tanam berupa pupuk kandang seluruhnya. Lebih baik lagi jika pupuk kandang tadi diberi insektisida Furadan 3 G sebanyak 100 gram per drum. Ini untuk mencegah serangan hama.
TAHAP-TAHAP MEMASUKKAN PUPUK KANDANG KE DRUM
Pertama, masukkan pecahan batu bata ke dasar drum hingga mencapai seperempat bagian drum.


* Di atas lapisan batu bata, isikan selapis ijuk atau humus atau
daun-daun kering.

* Masukkan pupuk kandang hingga mencapai 2 cm di bawah bibir
drum.

* Siram hingga cukup basah.

MOGOK BERBUAH?
Keluhan sering muncul ketika tabulampot rambutan tak mau berbuah lagi. Bahkan, seumur-umur hanya berbuah sekali dan setelah itu macet. Padahal, perawatan sudah dilakukan. Termasuk penyiraman dan pemupukan. Jika menghadapi problema seperti itu, jangan cepat-cepat putus asa! Tanaman masih bisa direkayasa, kok.
Caranya, keluarkan tanaman dari drum, amati kondisi fisiknya, lalu pangkas sebagian daunnya. Setelah itu, tanam langsung di tanah. Sementara itu, siapkan juga media tanam (pupuk kandang) yang baru. Bila sudah tampak tunas-tunas baru, pindahkan tanaman dari tanah lapang ke drum. Gampang kan ?
CARA MENANAM BIBIT DALAM POT
Siram media tanam dalam polybag, lalu sobek, dan keluarkan bibit bersama tanahnya. Bila akar, daun, dan cabang tampak panjang, sebaiknya dipangkas.
1. Gali media dalam drum membentuk lubang. Sesuaikan ukuran lubang dengan ukuran perakaran bibit rambutan.
2. Tambahkan pupuk NPK, dengan perbandingan 15 : 15 : 15, sebanyak 100 gram, lalu aduk-aduk hingga merata.
3. Masukkan bibit ke lubang dalam drum. Pelan-pelan, tekan tanah pada bagian pangkal bibit pelan-pelan.
4. Siram sampai cukup basah.
5. Untuk sementara waktu, beri tutup kantung plastik transparan dan
letakkan di tempat yang teduh. Jika sudah tumbuh tunas-tunas baru,
singkirkan tutup.
TIPS PERAWATAN
Faktor perawatan kerap diabaikan. Padahal, sangat penting dan kerap jadi kunci keberhasilan penanaman tabulampot rambutan.
Perawatan apa saja yang harus kita lakukan?
1. Penyiraman

Di musim kemarau, penyiraman sangat perlu. Jika memakai air PAM, yang biasanya mengandung kaporit, sebaiknya endapkan dulu semalam, dan baru esoknya disiramkan. Namun, usahakan benar-benar jangan sampai air siraman menggenang lebih dari 12 jam. Genangan air bisa merangsang timbulnya penyakit busuk akar.
2.Penggemburan

Ingat, usahakan media tanam tidak memadat. Pemadatan media biasanya terjadi karena penyiraman yang berlebihan. Setelah itu, lakukan penggemburan dengan menggunakan sekop kecil. Hati-hati, jangan sampai merusak akarnya.
3.Pemupukan

Meski media tanam menggunakan pupuk kandang, pupuk organik masih diperlukan. Sampai umur 2 tahun, setiap 4 bulan, tambahkan NPK (15:15:15) sebanyak 25 gram per drum. Sejak umur 3 tahun dan seterusnya, setiap drum diberi 100 gram NPK (15:15:15). Caranya, benamkan pupuk NPK sedalam 10 cm, lalu siram hingga cukup basah.
4.Pemangkasan

Pemangkasan tabulampot rambutan di samping untuk membentuk habitus (kanopi) tanaman agar tampak pendek, juga agar cabang dan pertumbuhannya seimbang. Pemangkasan perdana dilakukan saat tanaman berumur kurang dari setahun, atau tinggi batang sekitar 75 - 100 cm dari permukaan drum. Cara pemangkasan adalah, untuk pemangkasan perdana, pilih 3 cabang primer. Bila panjang cabang primer mencapai 50 cm, pangkas ujungnya hingga tumbuh cabang-cabang sekunder. Pilih hanya tiga cabang sekunder per cabang primer. Selanjutnya, pangkas ujung cabang sekunder sampai tumbuh cabang tersier, dan pilih hanya tiga cabang tersier. Nah, dari ketiga cabang tersier inilah akan terjadi pembungaan dan pembuahan.


Matoa
Pometia pinnata J.R.& G.Forst Nama umum
Indonesia:
Matoa
Inggris:
Fijian Longan
Melayu:
Kasai
Pometia pinnata
Matoa
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Rosidae
                         Ordo: Sapindales
                             Famili: Sapindaceae
                                 Genus: Pometia
                                     Spesies: Pometia pinnata J.R.& G.Forst

Deskripsi
Tumbuhan berbentuk pohon, tinggi 20 - 40 m. Akar tunggang. Batang silindris, tegak, warna putih kotor, permukaan kasar, percabangan simpodial, arah cabang miring hingga datar, bercabang banyak sehingga membentuk pohon yang rindang. Daun majemuk, tersusun berseling, 4 - 12 pasang anak daun, saat muda berwarna merah cerah - setelah dewasa menjadi hijau, bentuk jorong, panjang 30 - 40 cm, lebar 8 - 15 cm, helaian daun tebal dan kaku, ujung meruncing (acuminatus), pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, pertulangan menyirip (pinnate), permukaan atas dan bawah halus - berlekuk pada bagian pertulangan. Buah bulat atau lonjong, panjang 5 - 6 cm, buah berwarna hijau kadang merah atau hitam (tergantung varietas), bentuk biji bulat - berwarna cokelat muda, daging buah lembek, berwarna putih kekuningan. Perbanyaan generatif (biji)

Mangga
Mangifera indica L. Nama umum
Indonesia:
Mangga, pelem, buah, pelem kecik
Inggris:
mango
Melayu:
Ampelam, Mangga,
Vietnam:
Xoài
Thailand:
Mamuang (Ma muang, Mak mouang).
Pilipina:
Mangang kalabau, Mangga
Mangifera indica
Mangga
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Rosidae
                         Ordo: Sapindales
                             Famili: Anacardiaceae
                                 Genus: Mangifera
                                     Spesies: Mangifera indica L.

Kedondong
Spondias dulcis Forst. Sinonim
Spondias cytherea Sonn.


Nama umum
Indonesia:
kedondong, kadongdong (Sunda)
Inggris:
Ambarella, golden apple, otaheite apple
Pilipina:
Sineguelas
Spondias dulcis
Kedondong
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Rosidae
                         Ordo: Sapindales
                             Famili: Anacardiaceae
                                 Genus: Spondias
                                     Spesies: Spondias dulcis Forst.

Jambu Bol
Syzygium malaccense Sinonim
Eugenia malaccensis
Caryophyllus malaccensis (L.) Stokes


Nama umum
Indonesia:
Jambu bol, Jambu thokal
Inggris:
Mountain Apple
Pilipina:
Makopa
Syzygium malaccense
Jambu Bol
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Rosidae
                         Ordo: Myrtales
                             Famili: Myrtaceae (suku jambu-jambuan)
                                 Genus: Syzygium
                                     Spesies: Syzygium malaccense

Durian
Durio zibethinus Murr Nama umum
Indonesia:
Durian, duren, kadu (Snd)
Inggris:
Durian
Melayu:
Durian
Thailand:
Thurian
Pilipina:
Durian
Cina:
liu lian
Durio zibethinus
Durian
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Dilleniidae
                         Ordo: Malvales
                             Famili: Bombacaceae
                                 Genus: Durio
                                     Spesies: Durio zibethinus Murr

Kerabat Dekat
Tekawai, Koroyot, Durian Hutan, Durian Pulu, Durian Hantu, Durian Burung, Durian Kura-kura, Durian Burung
Deskripsi
Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang (perenial), tinggi 27 - 40 m. Akar tunggang. Batang berkayu, silindris, tegak, kulit pecah-pecah, permukaan kasar, percabangan simpodial, bercabang banyak, arah mendatar. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berseling (alternate), permukaan atas berwarna hijau tua - bawah cokelat kekuningan, bentuk jorong hingga lanset, panjang 6,5 - 25 cm, lebar 3 - 5 cm, ujung runcing, pangkal membulat (rotundatus), tepi rata, pertulangan menyirip (pinnate), permukaan atas mengkilat (nitidus), permukaan bawah buram (opacus), tidak pernah meluruh, bagian bawah berlapis bulu halus berwarna cokelat kemerahan. Bunga muncul di batang atau cabang yang sudah besar, bertangkai, kelopak berbentuk lonceng (campanulatus) - berwarna putih hingga cokelat keemasan, berbunga sekitar bulan Januari. Buah bulat atau lonjong, panjang 15 - 30 cm, kulit dipenuhi duri-duri tajam, warna coklat keemasan atau kuning, bentuk biji lonjong, 2 - 6 cm - berwarna cokelat, berbuah setelah berumur 5 - 12 tahun. Perbanyaan Generatif (biji).

Belimbing Manis
Averrhoa carambola L Sinonim
Averrhoa pentandra Blanco


Nama umum
Indonesia:
Belimbing manis, blimbing (Jawa), balingbing (Sunda)
Inggris:
Star Fruit
Thailand:
Mafuang
Pilipina:
Balimbing
Cina:
Yang tao
Jepang:
Gorenshi
Averrhoa carambola
Belimbing Manis
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Rosidae
                         Ordo: Geraniales
                             Famili: Oxalidaceae (suku belimbing-belimbingan)
                                 Genus: Averrhoa
                                     Spesies: Averrhoa carambola L

Kerabat Dekat
Belimbing Wuluh
Deskripsi
Belimbing Manis (Averrhoa carambola) tumbuh dalam bentuk pohon, berumur panjang (perenial) dengan tinggi 6 - 9 m. Batang berkayu (lignosus), berbentuk silindris, tumbuh tegak, berwarna coklat tua, kulit kayu tipis, permukaan kasar. Percabangan banyak, arah cabang miring ke atas dan mendatar sehingga membentuk pohon yang rindang. Daun majemuk, bertangkai panjang, warna hijau tua, bentuk bulat telur, panjang 4 - 6 cm, lebar 3 - 4 cm, helaian daun tipis tegar, ujung meruncing (acuminatus), pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, susunan pertulangan menyirip (pinnate), tidak memiliki daun penumpu, permukaan atas dan bawah halus. Bunga majemuk, kelopak berbentuk bintang (stellatus), mahkota berwarna merah jingga, panjang mahkota ± 8 mm, daun mahkota berlekatan (gamopetalus). Buah berlekuk 5 menyerupai bintang, panjang 10 - 12 cm, buah muda berwarna hijau - setelah tua menjadi kuning, bentuk biji pipih - berwarna coklat tua, berbuah setelah berumur 2 - 5 tahun. Akar tunggang. Perbanyakan secara generatif (biji).

Tanjung
Mimusops elengi L. Nama umum
Indonesia:
Tanjung
Inggris:
Spanish Cherry
Mimusops elengi
Tanjung
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Dilleniidae
                         Ordo: Ebenales
                             Famili: Sapotaceae
                                 Genus: Mimusops
                                     Spesies: Mimusops elengi L.

Glodokan
Polyalthia longifolia Sonn. Nama umum
Indonesia:
Glodokan
Inggris:
False ashoka, ashoka tree
Polyalthia longifolia
Glodokan
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Magnoliidae
                         Ordo: Magnoliales
                             Famili: Annonaceae
                                 Genus: Polyalthia
                                     Spesies: Polyalthia longifolia Sonn.
Flamboyan
Delonix regia Nama umum
Indonesia:
Flamboyan
Delonix regia
Flamboyan
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Rosidae
                         Ordo: Fabales
                             Famili: Fabaceae (suku polong-polongan)
                                 Genus: Delonix
                                     Spesies: Delonix regia

Flamboyan, Tanaman Liar dari Madagaskar

Syarifah, S.P. (12/28/2006)   Index
ADA sejumlah kontroversi berkaitan dengan nama populer flamboyan. Sebagian menyebut dengan istilah ?mohr? (artinya merak) dan ?gul? (artinya bunga). Secara harfiah, maknanya mendekati peacock flower (bunga merak) atau di Indonesia dikenal juga dengan sebutan jingoh. Meski sama-sama cemerlang dengan warna bunga merah dan jingga, flamboyan jelas berbeda dengan bunga merak.
Orang India menyebutnya dengan nama gulmohar. Nama etnik lainnya adalah sunkervara, mayarum, atau shima sankesula. Namun, di antara nama-nama yang diberikan, yang paling dikenal adalah nama yang berasal dari bahasa Prancis, fleur de paradis dan flamboyant. Nama inilah yang kemudian diadopsi oleh masyarakat kita di Indonesia.
Sedangkan nama botani Royal Poinciana diberikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa Gubernur Antilles, M. de Poinci, yang pada abad ke-17 untuk pertama kalinya membawa tanaman flamboyan dari habitat aslinya yang liar di hutan Malagasy Barat, Madagaskar, untuk kemudian didomestikasi dan disebarluaskan ke berbagai belahan dunia. Berkat jasa Poinci pula, bunga flamboyan yang semula dianggap angker itu bisa dinikmati keindahan oleh masyarakat, termasuk kita di Indonesia.
Flamboyan merupakan tanaman berbunga yang tumbuh di kawasan tropis dan subtropis. Tanaman ini cukup toleran di daerah kering dan kondisi air yang asin. Di daerah dengan kondisi kemarau panjang, daun flamboyan tumbuh hampir sepanjang musim. Namun, di daerah lain, flamboyan malah menggugurkan daun-daunnya seperti terjadi di Suriname dan sebagian Indonesia. Musim berbunganya berbeda antara satu tempat/negara dengan tempat/negara lain. Jika di Indonesia bunga flamboyan mekar pada Oktober-Desember, di India bunganya mekar pada periode April-Juni.
Selain tampak indah sebagai tanaman hias, flamboyan juga memainkan fungsi lain yang tak kalah pentingnya, sebagai pohon peneduh. Bagi penduduk yang menghuni kawasan tropis, kehadiran flamboyan dengan daun-daunnya yang rimbun menjadi anugerah tersendiri. Orang-orang yang berada di bawah rindangnya pohon flamboyan bukan saja terhindar dari sengatan sinar matahari yang terik, tapi juga bisa menikmati kesegaran udara (oksigen) yang dihasilkan oleh daunnya yang rimbun.
Flamboyan juga tumbuh di Australia. Di Amerika Serikat juga bisa ditemui meski di kawasan yang terbatas seperti di Florida, Rio Grande Valley sebelah selatan Texas, dataran rendah Arizona dan California, Hawaii, Pulau Virgin. Flamboyan tumbuh secara luas di Karibia, Puerto Rico, dan Kepulauan Guam. Di Kepulauan Mariana Utara, flamboyan merupakan pohon resmi negara.
Di Kepulauan Karibia biji flamboyan digunakan sebagai instrumen perkusi yang dikenal dengan sebutan the shak-shak atau maraca. Status tanaman ini termasuk yang dilindungi..
(Syarifah, S.P./dari berbagai sumber).***

Bintaro
Cerbera odollam Gaertn. Nama umum
Indonesia:
Bintaro, kayu susu, kenyen putih, koyandan, mangga prabu, mangga laut
Inggris:
Indian suicide tree, grey milkwood, pong pong tree, sea mango
Cerbera odollam
Bintaro
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Asteridae
                         Ordo: Gentianales
                             Famili: Apocynaceae
                                 Genus: Cerbera
                                     Spesies: Cerbera odollam Gaertn.
Mahoni
Swietenia mahagoni (L.) Jacq. Nama umum
Indonesia:
Mahoni
Inggris:
West Indian mahogany
Pilipina:
Mahogany
Swietenia mahagoni
Mahoni
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Rosidae
                         Ordo: Sapindales
                             Famili: Meliaceae
                                 Genus: Swietenia
                                     Spesies: Swietenia mahagoni (L.) Jacq.

Jati
Tectona grandis L.f. Nama umum
Indonesia:
Jati
Inggris:
Teak
Tectona grandis
Jati
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Asteridae
                         Ordo: Lamiales
                             Famili: Lamiaceae
                                 Genus: Tectona
                                     Spesies: Tectona grandis L.f.

Jabon
Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq. Nama umum
Indonesia:
Jabon, jabun, kelampayan, empayang, worotua
Anthocephalus cadamba
Jabon
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Asteridae
                         Ordo: Rubiales
                             Famili: Rubiaceae (suku kopi-kopian)
                                 Genus: Anthocephalus
                                     Spesies: Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq.

bibit jabon

mas_ari (07/04/2010)   Index Pembibitan Bibit Jabon; Setelah melakukan beberapa uji coba mengenai cara pembibitan bibit jabon kami telah menemukan cara untuk mendapatkan bibit tanaman jabon yang sangat baik. Salah satu cara yang kami temukan dengan perlakuan pengkerdilan, dengan cara yang kami lakukan ini ternyata dapat menghasilkan batang tanaman bibit jabon menjadi besar dan keras. Karena bibit tanaman jabon memiliki kadar air yang sangat tinggi pada bagian batang maka hanya dengan proses pembibitan dengan cara pengkerdilan tanaman bibit jabon lbih mudah pada saat proses penanaman dan tidak perlu menggunakan ajir sebagai penopang batang jabon agar tidak mudah roboh pada saat penanaman bibit.pada saat tanaman bibit jabon dalam proses pengkerdilan memiliki ciri spesifik pada daun akan berbentuk keriting dan pada batang memiliki tingkat kebesaran yang lebih dibandingkan dengan proses pembibitan yang tanpa dilakukan proses pengkerdilan.

Banyak para petani bibit jabon yang tidak mengetahui proses yang harus dilakukan pada saat bibit jabon berada di persemaian. Mereka hanya mengerti pembibitan jabon dengan proses yang sangat standar, jadi hasil dari bibit tanaman jabon itupun sangat standard pula.

Bibit tanaman jabon sangat membutuhkan proses pengkerdilan karena batang bibit tanaman jabon memiliki kadar air yang sangat tinggi seperti yang sudah kami sebutkan di atas, bibit tanaman jabon hampir memiliki kesamaan dengan bayam yang memiliki kadar air pada batang sangat banyak. lanjut di http://atrium-gardener.blogspot.com

Albasia
Albizia falcataria (L.) Fosberg Sinonim
Albizia falcata (L.) Backer
Albizia moluccana Miq.


Nama umum
Indonesia:
Albasia, [jeungjing, albu (Sunda)], sengon laut, sengon sabrang, salawaku
Inggris:
Molucca albizia, Indonesia albizia, white albizia
Melayu:
Batai, kayu macis
Pilipina:
Falkata
Albizia falcataria
Albasia
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Rosidae
                         Ordo: Fabales
                             Famili: Fabaceae (suku polong-polongan)
                                 Genus: Albizia
                                     Spesies: Albizia falcataria (L.) Fosberg

Kenanga
Cananga odorata (Lamk.) Hook. Sinonim
Canangium odoratum (Lamk.) Hook.


Nama umum
Indonesia:
Kenanga, jelaprang
Inggris:
Ylang-ylang
Thailand:
Kradanga
Pilipina:
Ilang Ilang
Cananga odorata
Kenanga
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Magnoliidae
                         Ordo: Magnoliales
                             Famili: Annonaceae
                                 Genus: Cananga
                                     Spesies: Cananga odorata (Lamk.) Hook.

Gaharu
Aquilaria moluccensis Oken Nama umum
Indonesia:
Gaharu
Aquilaria moluccensis
Gaharu
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Rosidae
                         Ordo: Myrtales
                             Famili: Thymelaeaceae
                                 Genus: Aquilaria
                                     Spesies: Aquilaria moluccensis Oken

Cara Mencangkok Tanaman Buah Mangga




Mencangkok tanaman adalah salah satu cara teknik memperbanyak
tanaman buah dalam pot, selain itu kualitas buahnya sama dengan induknya dan juga pohonnya tidak terlalu tinggi. Tanaman yang bisa dicangkok antara lain: jambu, jambu air, mangga, sawo, dan lain-lain.

Alat-alat yang digunakan:
1. Pisau yang tajam.
2. Serabut kelapa atau plastik.
3. Tali pengikat atau memakai tali rafia.
4. Paku untuk menusuk bagian bawah plastik.
5. Penampung air.
6. Campuran tanah subur : pupuk kandang, dengan perbandingan 1 : 1

Cara mencangkok
1. Memilih cabang
tanaman buah atau ranting yang tidak terlalu muda atau tua.
2. Kupas cabang hingga bersih sepanjang 4-9 cm.
3. Tutup dengan campuran pupuk kandang dan tanah kemudian bungkus dengan plastik atau serabut kelapa, ikat kedua ujungnya. Bila menggunakan plastik lubangi bagian bawah dengan menggunakan paku.
4. Siram setiap pagi dan sore dan jaga kelembapan.
5. Setelah akarnya banyak potong dari induknya, dipisahkan dan tanam di tempat yang telah ditentukan.

Tips Tanaman Buah

Tidak semua tanaman hias yang ditanam langsung pada tanah di lahan biasa, tetapi banyak juga tanaman-tanaman hias yang biasa ditanam di dalam pot, baik itu tanaman bunga, seperti tanaman buah-buahan (Jual Tanaman Buah & Jual Bibit Tanaman) yang bisa ditanam di dalam pot atau Tabulampot, dan lain-lain. Tetapi, tidak semua pot juga baik untuk tanaman hias, untuk itu kita bisa memilih pot yang mana yang paling sesuai untuk tanaman hias tersebut.

Pot untuk tanaman hias atau Tanaman Buah yang ada di pasaran terbuat dari berbagai macam bahan, mulai dari tanah liat, plastik, besi, beton, dan sebagainya. Dari semua pot tadi, yang paling ideal untuk digunakan adalah pot Bibit Tanaman yang terbuat dari bahan tanah liat, karena pot yang berbahan tanah liat memiliki pori-pori yang cukup baik dan bisa membantu membuang kelebihan air dalam pot Bibit Tanaman, sehingga pot tidak menggenang, dimana genangan air ini bisa mengakibatkan timbulnya penyakit pada tanaman, misalnya akar tanaman yang membusuk, dan sebagainya.

Bila yang dipilih adalah pot yang terbuat dari bahan plastik, maka pilihlah pot yang mempunyai lubang di bagian bawahnya, dimana fungsi lubang tersebut adalah untuk mengalirkan air sewaktu penyiraman em untuk mendapatkan pot itu ada baiknya cek di Jual Tanaman Buah & Jual Bibit Tanaman.

Penampilan pot juga perlu diperhatikan:

Sebuah pot Tanaman Buah akan kelihatan lebih cantik apabila pot tersebut diberi kaki penunjang/penopang. Bahan kaki penopang bisa berupa kayu ataupun besi. Yang paling penting, harus dipilih kaki pot yang sesuai dengan bentuk warna tanaman yang ada di dalam pot tersebut, sehingga keindahan tanaman di adalam pot akan semakin tampak.

Penempatan pot juga harus diperhatikan:

Penempatan pot Tanaman, selain memperhatikan karakteristik tanaman, lihat juga ukurannya. Usahakan peletakannya seimbang. Jangan sampai peletakannya dilakukan secara asal, sehingga akan mengurangi keindahan tanaman. Perhatikan pot atau Tanaman mana yang lebih tinggi, dan pota atau tanaman mana yang lebih rendah. Apakah peletakkannya disusun dari pot atau tanaman yang paling tinggi keyang paling rendah, atau peletakkan dilakukan secara simetris, yakni pot atau tanaman yang paling tinggi diletakkan di tengah-tengah, dan di sekelilingnya secara bertahap diletakkan pot atau tanaman yang lebih rendah di bawahnya berurut ke yang lebih rendah lagi.



BISBUL

Bisbul (Diospyros philippensis) dikenal juga sebagai Velvet Apple (Inggris) atau Buah Mentega (Indonesia). Merupakan buah yang awalnya hidup liar di hutan-hutan primer dan
sekunder Filipina, namun kini telah menyebar di berbagai negeri tropis, termasuk Indonesia, di Bogor, Jawa Barat dibudidayakan di pekarangan. Buah bisbul berbentuk bulat gepeng, berbulu halus seperti beludru. Termasuk keluarga eboni (suku Ebenaceae) dan berkerabat dengan Kesemek dan Kayu Hitam. Tak heran jika di negeri asalnya disebut Buah Mabolo atau Buah Berbulu.
Bisbul sudah cukup lama dikenal dan banyak tumbuh di Bogor. Sudah lebih dari seratus tahun tumbuh di Bogor Selatan, masyarakat setempat, termasuk pedagang buah, sudah menganggap buah ini sebagai buah khas dari daerah Bogor. Dan kebetulan juga di daerah lain memang tak ditemukan. Berdasarkan literatur yang ada, tanaman tersebut diintoduksi ke Jawa, Malaysia pada tahun 1881, dan juga ke Kebun Raya Singapura, ke Calcuta di India. ”Diduga, bisbul ini beredar di daerah Bogor karena imbas dari Kebun Raya yang didirikan sejak tahun 1817. Tanaman ini berbuah terus menerus sepanjang tahun. Dari bunga sampai berbuah sekitar empat bulan. Buah bisbul umumnya dimakan dalam keadaan segar jika matang. Daging buahnya juga dapat diiris-iris dan dicampur dengan buah-buahan lain untuk dijadikan rujak. 


Buah bisbul juga memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Dengan kandungan yang demikian, maka buah bisbul berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mem-perbaiki saluran pencernaan, meng-haluskan kulit, menjaga kesehatan mata dan mencegah sembelit.

Tanaman bisbul dapat tumbuh dari 0 - 800 m dpl, dan pada hampir segala jenis tipe tanah. Perbanyakan umumnya dari hasil grafting dan mulai berbuah 6 – 8 tahun. Musim panen raya antara Maret - Mei. Selain buah yang dimakan segar atau sebagai campuran minuman. Kayu pohon bisbul berkualitas baik, berwarna cokelat kemerahan hingga hitam, bertekstur halus, kuat dan keras, di Filipina dinaman kamagong, merupakan bahan kerajinan yang berharga dan dilindungi oleh undang-undang.


Di Mekarsari tanamannya dapat dijumpai di areal Lab. Biosari, kebun buah blok B, dan parkir kendaraan. Ketersediaan bibit : stok terbatas.



 

DUWET

Duwet (Syzygium cumini) atau jamblang dengan nama lainnya jambolan, java plum (Inggris) merupakan tanaman buah yang berasal dari daerah India bagian timur.
Pertumbuhan tanamannya sangat cepat dengan tinggi tanaman mencapai 15 m dan mampu berproduksi selama 40 tahun. Tanaman ini termasuk salah satu tanaman yang mulai terlupakan bahkan langka dan jarang dibudidayakan. Tanamannya dapat tumbuh dengan baik pada rendah sampai ketinggian 1.800 m dpl. Buah berbentuk lonjong dengan panjang 2-3 cm. Terdapat 2 jenis duwet yang dapat dibedakan ketika buahnya masak yakni kulit buah berwarna merah kehitaman dan putih. Buah masak dapat dimakan langsung dengan cita-rasa sepat sampai masam manis. Untuk menghilangkan rasa sepat buah ditaburi garam dan diaduk di dalam mangkuk tertutup untuk melunakkan buahnya. Buahnya berkhasiat menghentikan batuk, peluruh kencing (diuretik), memperbaiki gangguan pencernaan, dan menurunkan kadar glukosa darah (hipoglikemik). Perbanyakan tanaman dengan cara semai biji, cangkok, dan sambung pucuk. Tanaman mulai berbuah umur 7 – 8 tahun bibit semai biji, dan umur 2 – 3 tahun bibit cangkok.


Di Mekarsari tanamannya dapat dijumpai di areal Lab. Biosari, kebun buah blok C, dan Nursery.
Ketersediaan bibit : stok terbatas.



GAYAM

Gayam (Inocarpus fagifer (Parkinson) Fosberg). Buah gayam harus dimasak dulu jika ingin memakannya. Berbeda dengan buah lainnya yang bisa langsung dimakan segar begitu dipetik
dari pohon, buah gayam musti dimasak dulu baik direbus, dibakar, atau diolah lainnya jika ingin menikmatinya.

Gayam merupakan tanaman bernama latin Inocarpus fagiferus yang bersinonim dengan Inocarpus fagifer dan Inocarpus edulis. Tanaman yang dikenal juga sebagai angkaeng dan bosua (Sulawesi) ini dalam bahasa Inggris disebut Otaheite chestnut, Polynesian chestnut, atau Tahiti chestnut.

Oleh masyarakat jawa, gayam mempunyai makna filosofi ‘gayuh’ yang berarti cita-cita dan ‘ayem’ yang mempunyai arti damai, tenang, dan bahagia. Tanaman ini juga ditetapkan sebagai flora identitas kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan flora identitas kota Cirebon, Jawa Barat.

Tinggi pohon gayam mampu mencapai 20-an meter dengan diameter batang mencapai 65 cm. Batang pohon gayam sering kali beralur tidak teratur, kadang-kadang berakar banir, dengan percabangan merunduk. Pada kulit batang bagian dalam mengandung cairan berwarna merah. Penampilannya terkadang menimbulkan kesan angker dan mistis.

Buah gayam berjenis polong berbentuk ginjal dan tidak pecah dengan kulit buah yang keras. Buah gayam mempunyai 1 biji berbentuk gepeng. Kulit biji keras dengan endosperm putih. Ketika mentah buah berwarna hijau dan menjadi kuning atau kecoklatan ketika masak.



Pohon gayam diperkirakan merupakan tanaman asli dan berasal dari daerah Indonesia yang kemudian tersebar secara luas ke berbagai daerah tropis di kawasan Asia Pasifik. Tanaman ini tumbuh di daerah dataran rendah tropis yang lembab hingga ketinggian 500 meter dpl. Tumbuhan ini mampu tumbuh di tanah-tanah yang miskin hara sekalipun. Sehingga pohon gayam sering kali ditemukan tumbuh di rawa-rawa, tepi sungai, maupun di tepi pantai yang berpasir di antara hutan bakau.



Pemanfaatan Gayam. Buah gayam yang telah tua dan masak tidak dapat dimakan langsung. Buah ini sebelum dimakan harus direndam air kemudian direbus atau dibakar. Buah gayam yang telah dimasak ini dikonsumsi sebagai makanan ringan. Buah gayam dapat juga dijadikan produk olahan semisal emping (keripik gayam).

Kayu pohon gayam dapat dimanfaatkan sebagai bahan furniture. Sedangkan dengan kerindangan daun dan dahannya pohon ini bisa dimanfaatkan sebagai pohon peneduh.

Akan tetapi tanaman yang satu ini jarang dibudidayakan. Umumnya mereka tumbuh liar di daerah rawa-rawa atau tepi sungai. Mungkin keengganan membudidayakan tanaman ini lantaran bentuk batangnya yang beralur-alur sehingga terkesan angker. Tidak jarang yang beranggapan pohon ini sebagai tempat tinggal makhluk halus.
Tanamannya dapat diperbanyak dengan cara semai biji atau sambung pucuk. Tanaman dari biji akan mulai berbuah umur 6 – 7 tahun, sedangkan dari cangkok umur 3 – 4 tahun. Di Taman Wisata Mekarsari tanaman gayam dapat dijumpai di area kebun buah Blok D dekat area Rumah Pohon Leo.

Selain itu bibit tanamannya tersedia di Garden Center dalam jumlah terbatas.

Sumber :
 

KEPEL

Tanaman kepel (Stelechocarpus burahol) atau burahol adalah pohon penghasil buah hidangan meja yang menjadi flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta.
Buah kepel digemari puteri kraton-kraton di Jawa karena dipercaya menyebabkan keringat beraroma wangi dan membuat air seni tidak berbau tajam. Pohon kepel tersebar di kawasan Asia Tenggara mulai dari Indonesia, Malaysia hingga Kepulauan Solomon bahkan Australia. Pohon Kepel menjadi kegemaran para putri keraton di Jawa selain lantaran memiliki nilai filosofi sebagai perlambang kesatuan dan keutuhan mental dan fisik, buah kepel juga dipercaya mempunyai berbagai khasiat dibidang kecantikan. Buah Kepel telah menjadi deodoran (penghilang bau badan) bagi para putri keraton.

Buah kepel tumbuh memenuhi batang pohonnya. Bentuk buah Kepel bulat lonjong dengan bagian pangkal agak meruncing. Warna buah coklat kusam, dan ketika sudah tua akan berubah menjadi coklat tua. Daging buah berwarna agak kekuningan membungkus biji yang berukuran cukup besar. Rasa buahnya manis-segar. Daging buah kepel dipercaya mempunyai khasiat memperlancar air kencing, mencegah inflamasi ginjal. Selain itu juga dipercaya sebagai salah satu sarana kontrasepsi wanita (KB). Kayu pohonnya dapat digunakan sebagai bahan industri atau bahan perabot rumah tangga dan bahan bangunan yang tahan lebih dari 50 tahun. Daun kepel dimanfaatkan untuk mengatasi asam urat, dan mampu menurunkan kadar kolesterol. 



Sumber :

Di Mekarsari tanamannya dapat dijumpai di areal Lab. Biosari, dan kebun buah blok C.
Ketersediaan bibit : stok terbatas.






MATOA 

Matoa (Pometia pinnata) termasuk tanaman langka, pohonnya rindang dengan akar yang kuat dan tinggi tanaman rata – rata 18 m. Buah matoa adalah buah khas asli Papua.

Umumnya berbuah sekali dalam setahun. Berbunga pada bulan Juli sampai Oktober dan berbuah 3 atau 4 bulan kemudian. Penyebaran buah matoa di Papua hampir terdapat di seluruh wilayah dataran rendah hingga ketinggian ± 1200 m dpl. Rasa buahnya sangat manis perpaduan antara rasa buah leci, buah rambutan, dan buah lengkeng. Aromanya khas seperti antara lengkeng dan durian. Buahnya berbentuk bulat melonjong seukuran telur puyuh atau buah pinang, kulit licin berwarna kuning kehijauan ketika muda dan berubah coklat kehitaman ketika maska. Kulit ari putih bening membungkus biji. Di Papua dikenal 2 jenis matoa, yaitu Matoa Kelapa dan Matoa Papeda. Ciri yang membedakan keduanya adalah terdapat pada tekstur buahnya, Matoa Kelapa dicirikan oleh daging buah yang kenyal seperti rambutan aceh, diameter buah 2,2-2,9 cm dan diameter biji 1,25-1,40 cm. Sedangkan Matoa Papeda dicirikan oleh daging buahnya yang agak lembek dan lengket dengan diamater buah 1,4-2,0 cm. 


Tanaman ini mudah beraptasi dengan kondisi panas maupun dingin. Pohon ini juga tahan terhadap serangga, yang pada umumnya merusak buah. Buah matoa mempunyai kulit buah relatif tebal dan keras sehingga dapat tahan lama jika disimpan yaitu bisa disimpan hingga satu minggu tanpa perlakuan pengawetan pada suhu 5-10° C dengan cara ini buahnya dapat dipertahankan hingga 20 hari. Kayunya yang agak keras dapat dibuat untuk bahan bangunan seperti jendela, pintu, lantai dan lain-lain. Perbanyakan tanaman melalui semai biji. Tanaman mulai berbuah umur 7 – 8 tahun setelah tanam.

Sumber :

Di Mekarsari tanaman matoa dapat dijumpai di areal Nursery, kebun buah blok C dan blok D.
Ketersediaan bibit : stok terbatas.




NANGKA TELANJANG

Nangka telanjang (Artocarpus heterophyllus) merupakan nangka unik yang berasal dari Rawa Bogel, Bekasi, Jawa Barat. Tanaman ini merupakan hasil mutasi gen secara alami.
Pertumbuhan tanamannya cepat seperti nangka pada umumnya dengan tinggi tanaman 8 – 10 m. Tanamannya mampu beradapatasi dengan baik pada ketinggian 0 – 800 m dpl. Buah nangka ini pada awalnya tumbuh normal seperti nangka pada umumnya.
Pada umur 2 bulan mulailah kulit merekah dan muncul bentuk menyerupai buah pisang yang makin lama makin besar dan banyak, Bentuknya tidak beraturan. Tak heran diberbagai tempat nangka ini populer dengan sebutan nangka berbuah pisang. Daging buah yang sudah masak dapat dimakan langsung, caranya hanya dengan mencabut daging buah tanpa perlu mengupas kulitnya. Rasa daging buah manis sedang dengan tekstur daging buah renyah. Perbanykan tanaman dengan cara semai biji, cangkok, dan sambung susu. Tanaman asal biji mulai berbuah umur 6 – 7 tahun. Sedangkan bibit cangkok dan sambung susu mulai berbuah umur 3 – 4 tahun. 


Di Mekarsari tanaman nangka telanjang dapat dijumpai di areal lab. Biosari, garden Center, Kebun buah blok A, dan blok B.
Ketersediaan bibit : stok tersedia.



BELIMBING

Belimbing (Averrhoa carambola L.), pertama kali didokumentasikan di India atau Sailan (Srilanka), sedangkan tanaman ini berasal dari Asia Selatan dan Tenggara.






Selain di Indonesia, budi daya belimbing juga dilakukan di negara - negara kawasan Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Thailand dan Filipina. Bahkan Amerika dan Australia yang beriklim sub tropis pun sudah dirambah belimbing. Taman Wisata Mekarsari memiliki beberapa varietas belimbing, di antaranya adalah belimbing Malaya, Wulan, Welahan, Penang, Paris, Demak Kapur, Demak Jingga, Demak Kunir, Dewi, Bangkok,dan Sembiring. Kebun belimbing Mekarsari terletak di areal Blok A (daun 1, 2 dan luar daun).

Jus Buah Belimbing

Berikut ini adalah beberapa manfaat jus belimbing untuk menjaga kesehatan, diantaranya: menurunkan tekanan darah tinggi, antioksidan dan anti kanker, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memperlancar sistem pencernaan.  


Buah Belimbing Bebas Hama

Kendala utama yang sering muncul dalam budidaya ini adalah lalat buah. Untuk mengatasinya biasanya dengan pembrongsongan atau pembungkusan buah yaitu bakal buah belimbing yang berumur 1 bulan setelah berbunga dibungkus menggunakan plastik mulsa hitam perak dengan ukuran 25 x 20 cm. Tidak perlu semua buah kecil dibungkus, pilihlah yang bagus yaitu yang tangkainya terlihat besar dan kokoh., buahnya tidak keriput, pinggir bintangnyapun tebal (tidak tipis). Dengan demikian pemakaian mulsa dapat dihemat. Pada umumnya buah kecil yang kurang bagus kualitasnya digugurkan supaya nutrisi tanaman terfokus pada buah-buah yang bagus sehingga pertumbuhan tiap buahnya maksimal.



Tips Membuat Bungkus Buah Belimbing

Guna membentuk buah belimbing yang sehat ada kiat-kiat sederhana yaitu membungkus buah belimbing agar dapat dipanen dengan kualitas baik dan bebas ulat. Berikut adalah tips murah meriah untuk membentuk buah belimbing sehat dan berkualitas :
  1. Siapkan bahan-bahan pembungkus belimbing yang mudah didapat, yaitu kertas koran, daun pisang kering, selotip, botol minuman bekas, tali rafia, dan gunting.
  2. Setelah lembaran kertas koran dan daun kering tersusun rapi, maka letakkan botol disisi kertas koran dan digulung hingga habis, sisi kertas diselotip agar membentuk gulungan. Kemudian ujung kertas koran diikat dengan tali rafia. Kertas yang membungkus botol ditarik perlahan, maka sudah siap untuk membungkus buah belimbing.
  3. Pilihlah buah belimbing muda dengan ukuran panjang sekitar 8 cm, bentuknya lurus tidak bengkok, penampakan sempurna dan sisakan satu buah saja dalam satu rumpun buah muda. Masukkan pada pembungkus dan ikat ujung pembungkus agak rapat ketangkai buah dengan tali rafia.
  4. Penampilan buah belimbing umur 2,5 bulan setelah dibungkus menunjukkan kualitas baik. Bobot buah per butir antara 3 – 3,5 ons, panjang antara 15 – 20 cm, diameter sekitar 10 cm.

Sumber :


Fakta Tentang Belimbing

Nama genus buah belimbing, Averrhoa, diambil dari nama seorang filosofis muslim di abad 12 yaitu Ibn Rushd. Sedangkan nama spesies belimbing, carambola, merupakan kata dalam bahasa portugis.

sumber:

Catatan untuk Buah Belimbing

Konsumsi buah belimbing menjadi tidak dianjurkan untuk pasien penderita gagal ginjal kronik. Belimbing mengandung asam oxalic yang tinggi, yang dapat berbahaya bagi penderita gagal ginjal. Hal ini telah melalui sebuah penelitian bahwa pasien penderita gagal ginjai setelah mengkonsumsi belimbing akan mengalami beberapa efek samping, seperti kehilangan kesadaran.   
sumber :









DURIAN

Durian (Durio zibethinus) merupakan tanaman asli Indonesia, dinamakan demikian karena seluruh permukaan kulit buahnya penuh duri. Durian merupakan buah musiman.
Di Mekarsari musim durian jatuh pada bulan November – Februari. Durian koleksi Mekarsari antara lain durian Matahari, Sunan, Surya, Sukarno, Ajimah, Aden, Jarian, Koclak, Tanpa Sekat, Gundulan, dan lain – lain. Seluruh koleksi durian Mekarsari terdapat di kebun areal Blok A (daun 9, 10 dan 11), Blok E (daun 8, 9, 10 dan 11), areal pembibitan (nursery) dan laboratorium Biosari (penelitian).

Varietas Unggul dan Kebun Durian Indonesia

Sampai saat ini (2011), Menteri Pertanian RI telah melepas (merilis) sekitar 75 varietas durian unggul. Di antaranya si tokong dari Pasar Minggu, hepe dari Jonggol, matahari dari Cimahpar, petruk dari Jepara, sunan dari Boyolali dan sukun dari Karanganyar. Termasuk pula dua varietas introduksi dari Thailand. Monthong dilepas sebagai si otong dan chanee menjadi si kani. Dibanding dengan Thailand dan Malaysia, Indonesia memang paling banyak memiliki varietas bahkan spesies asli durian.

Di Indonesia (2001) belum ada kebun durian berskala komersial dalam luasan yang memadai dengan jumlah cukup. Tercatat yang menjadi perintis kebun durian skala komersial (verietas monthong) adalah Warso Farm di Cijeruk, Boy di Leuwiliang (Bogor) dan Bernard Sadani di Cikalong Kulon, Cianjur. Sementara Anas Farm (Matahari Grup) memilih mengembangkan D 24 di kab. Sukabumi. Masih ada beberapa kebun lain yang kecil-kecil atau yang cukup luas tapi belum produktif misalnya kebun milik Eric di Subang.
(sumber: Business News; Peluang Bisnis Durian; F. Rahardi)

Tips Memilih Durian Matang
  1. Durian yang biasanya enak tergantung jenisnya juga, tetapi sebaiknya dipilih durian yang bulat penuh karena daging durian di setiap ruas ada.
  2. Selain itu, perlu dilihat tangkai durian. Jika tangkainya bekas potongan pisau karena terlihat halus, maka itu tidak matang di pohon. Jika matang, ujung tangkainya terlihat kasar, dan jika tangkai itu dipotong lalu dijilat, terasa manis.
  3. Aroma durian yang menyengat juga sebagai tanda buah itu matang.
  4. Jika ditepuk-tepuk (tentunya dengan benda tumpul, bukan tangan), suaranya “buk, buk, buk”. Itu pertanda ada perekahan buah yang sudah matang.
  5. Lihatlah apakah duri kulit durian jarang-jarang atau rapat. Pilihlah yang jarang-jarang, karena itu pertanda daging durian telah padat.



Mengolah Daging Buah Durian

Di Indonesia, terutama di Jawa, hampir semua daging buah durian dikonsumsi segar. Olahan daging buah durian sebatas untuk es krim, kolak dan jus. Sementara di Thailand, agroindustri daging buah durian sudah dilakukan secara besar-besaran dalam bentuk keripik dan lempok.


Di Thailand, masing-masing kebun durian selalu ada unit pengolahan, daging buah yang terlalu masak untuk dibuat lempok. Buah tersebut dikupas biasa, dipisahkan dari bijinya dan langsung dimasukkan ke dalam wadah besar yang mirip dengan wadah pembuat dodol di negeri kita. Setelah penuh dengan daging buah durian, wadah tersebut ditaruh di atas api dan daging buah di dalamnya terus-menerus diaduk, persis seperti pada pembuatan dodol. Kalau pada pembuatan dodol, daging buah durian hanyalah untuk "campuran" sementara bahan bakunya tepung ketan (atau beras) dan gula, dalam pembuatan lempok, bahan bakunya hanyalah daging buah durian murni. Proses pemasakan dan pengadukannya pun hanya relatif sebentar, tidak seperti pada proses pembuatan dodol. Rasa lempok sangat khas. Manis dan aroma duriannya kuat. Lempok yang dipasarkan di Jakarta, banyak yang sudah dicampur tepung serta gula hingga layaknya sebuah dodol durian. Tetapi lempok produksi Kalbar misalnya masih murni daging buah durian hingga harganya juga relatif tinggi.
Ada tiga macam proses pengolahan daging buah durian menjadi keripik buah. Pertama dengan merajangnya menjadi potongan tipis-tipis lalu menggorengnya dengan minyak goreng biasa. Proses demikian masih sering dilakukan dalam skala home industry. Proses kedua adalah penggorengan yang digabungkan dengan penyedotan udara serta uap air. Proses ini lazim disebut sebagai hot vacum drying. Proses ini banyak dilakukan oleh industri tumah tangga katagori menengah. Proses ketiga yang paling mahal adalah dengan pendinginan sampai menjelang 0° C sambil dilakukan penyedotan udara berikut uap airnya. Proses demikian disebut sebagai Cold Vacum Drying dan hanya bisa dilakukan oleh agroindustri modern karena memerlukan modal besar.
(Sumber: Business News; Mengolah Daging Buah Durian; F. Rahardi)

Tips Mengatasi Mabuk Durian
  1. Jika mabuk durian, bisa diatasi dengan makan buah manggis karena bisa menetralisasi alkohol yang berada di buah durian.
  2. Bisa minum air putih dari kulit (dalam) durian. Selain bisa mengatasi mabuk durian, cuci tangan dan minum air dari kulit durian juga menghilangkan bau menyengat yang menempel di mulut dan tangan.

Yang Perlu Diwaspadai
  • Penderita hipertensi perlu hati-hati dengan buah durian ini karena kandungan alkohol, fosfor dan natriumnya tinggi tapi kadar kaliumnya rendah sehingga dapat meningkatkan tekanan darah.
  • J.R. Croft dalam bukunya mengingatkan agar makan durian jangan berbarengan dengan alkohol karena akan menimbulkan rasa tidak nyaman.
  • Kandungan kalsium dan zat besi pada durian cukup tinggi sehingga dapat menyebabkan sembelit. Padahal, sebenarnya durian mengandung cukup serat yang seharusnya melancarkan buang air besar.
  • Mereka yang berniat menurunkan berat badan perlu hati-hati karena kadar kalori pada durian cukup tinggi.
  • Kadar gula yang cukup tinggi pada durian, juga perlu diwaspadai oleh para penderita diabetes.
  • Kebanyakan makan durian dapat mengakibatkan tubuh terasa lemas, diare, dan mual gara-gara kandungan argininnya.
  • Para ahli mengingatkan agar sebelum dan sesudah makan durian harus banyak minum air untuk mencegah dehidrasi.










JAMBU AIR

Umumnya terdapat 2 jenis jambu air yang dikenal, yaitu jambu air kecil (Syzygium aqueum)dan jambu air besar (Syzygium samarangense).
Asal kedua jenis jambu air tidak jauh berbeda. Jambu air kecil diperkirakan berasal dari daerah Asia Tenggara, sedangkan jambu air besar merupakan tanaman asli Indonesia. Pada awal abad 20, tanaman ini telah dibudidayakan di beberapa negara lainnya, seperti Jamaika, Suriname, Kepulauan Curacao, Aruba, dan Bonaire. Dan pada saat ini, jambu air telah banyak ditanam dan dikembangkan di negara-negara seperti India, Thailand, Cina, negara-negara Amerika Tengah, dan Selatan. Koleksi jambu air Mekarsari sangat beragam, antara lain jambu air Citra, Lilin Hijau, Lilin Merah, Sukaluyu, Camplong, Madura, Irung Petruk, dan masih banyak lagi. Lokasi kebun jambu air di Mekarsari terletak di beberapa tempat, yaitu di areal kanal jambu air Citra, areal kebun blok C dan di areal laboratorium Biosari.

Jambu Air Unggul : Jambu Air Citra

Jambu air unggul yang disebut jambu air Thailand sebenarnya memiliki nama asli jambu air Citra. Ditemukan oleh Dr. Ir. Moh. Reza Tirtawinata (salah satu staf ahli di Taman Wisata Mekarsari, Bogor) pada tahun 1990 di Anyer, Banten. Varietas ini telah dilepas sebagai buah unggul nasional dan merupakan varietas jambu air yang paling unggul dibandingkan jenis jambu air lainnya. Keunggulannya terletak pada sosok buahnya yang besar menyerupai lonceng dan bisa mencapai bobot 250 g per buah, dengan warna kulit buah merah mengkilap. Daging buah tebal, empuk, rasa manis (12 – 15 o Brix) dan tanpa biji. Jambu ini dibawa ke Thailand pada tahun 1999 dan mulai dibudidayakan secara luas. Mereka menyebutnya dengan nama Thong Sam Sie yang artinya emas tiga warna. Sampai sekarang varietas inilah yang menjadi varietas terunggul di sana. Kini Jambu air citra juga telah banyak dikebunkan di negara lainnya seperti Taiwan, Vietnam, Malaysia dan tentunya juga Indonesia.



Jambu Air untuk Kesehatan

Jambu air menpunyai komposisi zat gizi cukup baik. Sebagaimana tercermin dari namanya keunggulan utama jambu air adalah kandungan airnya yang sangat tinggi yaitu mencapai 93 gram per 100 gram. Kita dianjurkan mengkonsumsi cairan sebanyak 2-3 liter perhari. Cairan sangat penting untuk membersihkan ginjal dari asam urine dan urea. Dr. Howard Flaks dari Amerika Serikat mengemukakan bahwa kurang minum air akan membuat kita kelebihan lemak tubuh, pertumbuhan dan kesehatan otot kurang normal, fungsi pencernakan dan organ kurang efesien, racun (kotoran) bertambah dalam tubuh dan timbul rasa sakit pada otot dan persendian.


Penanaman Tabulampot Jambu Air

Penanaman dilakukan tujuh hari setelah media tanam dicampur rata. Tenggang waktu tersebut diberikan agar media tanam beserta bahan – bahan lainnya tercampur dan bereaksi secara sempurna.


Langkah – langkah penanaman :
  1. Media tanam yang sudah disiapkan dimasukkan sampai ketinggian 1/3 dari kedalaman pot.
  2. Polybag pembungkus bibit dilepas menggunakan gunting atau pisau secara hati – hati, jangan sampai media tanamnya pecah dan akarnya rusak.
  3. Bibit berikut tanamnya dimasukkan ke dalam lubang tanam sampai sebatas leher akar.
  4. Ruang kosong di sekeliling bibit diisi dengan manmbahkan media tanam hingga mendekati permukaan atas pot. Media tanam jangan terlalu penuh supaya saat dilakukan penyiraman air tidak tumpah.
  5. Setelah penanaman selesai dilakukan, tanaman disiram dengan air secukupnya.
  6. Tanaman disimpan di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung, bawah pot sebaiknya dialasi conblock atau bata merah.
(sumber: Buku Tabulampot Jambu Air, Mekarsari)

Buah Jambu Bebas Hama Ulat

Buah yang di Taiwan, Thailand, Vietnam, Malaysia, Indonesia dan Australia mutlak memerlukan pembungkusan adalah belimbing, jambu biji dan jambu air. Tiga jenis buah ini sangat rentan terhadap serangan lalat buah, kumbang/ulat penggerek dan antraknosa. Jenis bahan yang digunakan untuk pembungkus buah ini juga paling banyak variasinya. Mulai dari plastik, kertas sampai ke daun. Untuk jambu air, bahan pembungkus umumnya menggunakan plastik. Plastiknya berupa tas kresek dan kantung plastik bening. Jambu air dibungkus secara kolektif. Satu tangkai jambu air berisi 3 sd. 5 butir buah, dibungkus dengan satu pembungkus berukuran besar. Pada waktu pembungkusan, biasanya juga dilakukan sortasi buah. Buah-buah yang berukuran tidak sempurna atau cacat harus dibuang. Hingga hanya buah yang benar-benar baik yang akan dibungkus.








 


LENGKENG

Tanaman lengkeng (Dimocarpus longan) berasal dari daerah subtropis di Cina bagian selatan. Di negara asalnya lengkeng dikenal dengan sebutan long yen atau likeng.
Sentra utama terdapat di propinsi Guangdong, Guangxi, Sze-chuen dan Fujien. Tanaman ini kemudian menyebar ke negara – negara Indochina seperti Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam dan Taiwan. Di Indonesia, lengkeng lebih cocok tumbuh di dataran tinggi yang iklimnya mendekati subtropis, seperti di negara asalnya.
Saat ini telah terdapat varietas lengkeng yang dapat beradaptasi di dataran rendah tropis dengan ketinggian tempat 50 – 600 meter di atas permukaan laut (dpl) dan memiliki iklim basah dengan musim kering tidak lebih dari empat bulan. Hal ini mengakibatkan saat ini daerah – daerah pada dataran rendah di Indonesia dapat turut serta menanam lengkeng yang adaptif dataran rendah.
(Sumber: Berkebun Lengkeng Dataran Rendah; Penulis Tim Taman Buah Mekarsari)

Taman Wisata Mekarsari (TWM) berada pada ketinggian <100 meter dpl. TWM memiliki koleksi varietas lengkeng dataran tinggi maupun dataran rendah, namun yang mampu berbuah secara alami hanya varietas lengkeng dataran rendah, antara lain Diamond River, Pingpong, Sugiri, Aroma Durian, Kristal, dan Kaisar. Ada pula varietas lengkeng Itoh yang merupakan varietas lengkeng pada dataran menengah, sehingga agak sulit untuk berbuah secara alami pada dataran rendah. Lokasi penanaman lengkeng di TWM tersebar di beberapa blok kebun, seperti Diamond River pada blok A dan E; Pingpong pada blok A; Sugiri pada blok A, D dan E; Aroma Durian pada blok E; Kristal pada Blok E; dan Kaisar pada Kebun Induk; serta beberapa varietas lainnya yang masih dalam tahap observasi di Kebun Induk TWM.

Sifat dan Karakter 3 Varietas Lengkeng Dataran Rendah
  • Pertama, diamond river (sebutan dari Malaysia). Asli lengkeng dataran rendah, mudah berbuah di Indonesia. Sifat unggulnya pada sosok tanamannya. Percabangan banyak dan produktivitas tinggi. Berbuah sepanjang tahun. Lazim dilihat pohon diamond river bertaburan bunga dan buah. Rasa buah manis, tapi berkualitas rendah. Daging buah tipis, transparan dan becek.
  • Kedua, pingpong. Sama seperti diamond river mudah berbuah. Buahnya eksotik berukuran jumbo, bahkan beberapa di antaranya benar-benar sebesar bola pingpong. Ukuran buah besar itu diikuti biji besar Kelemahan lain, sifat apical dominance alias pucuk cenderung tumbuh memanjang dan jarang bercabang. Dompolan buah lebat, tetapi karena percabangan yang sedikit, maka total buah pada satu pohon sedikit pula.
  • Ketiga, itoh. Dibanding kedua varietas sebelumnya, kualitas itoh paling bagus. Bayangkan saja lengkeng impor terbaik yang dibeli di pasar swalayan. Daging buahnya kering, manis, tebal, dan renyah. Di dataran rendah Thailand dan Malaysia, produktivitas itoh juga tinggi. Sayang, di Indonesia ia sulit berbuah karena teknik membuahkannya belum tepat.


(Sumber: http://buahlengkeng.nusaadv.com/, Diunduh pada 22 Maret 2012)

Penentuan Saat Panen
Lengkeng termasuk buah non-klimakterik , dimana setelah dipanen respirasi dan produksi etilen buah mengalami penurunan dan tidak mengalami proses pematangan jika buah telah dipanen. Penentuan saat panen lengkeng dapat diukur dari ukuran buah, warna kulit, kandungan TPT, total asam, rasio TPT:TA, rasa buah, dan umur buah (setelah bunga mekar). Diantara beberapa faktor tersebut penentuan saat panen buah berdasarkan warna kulit buah, rasa buah dan umur buah adalah yang umum dilakukan.

Tabel Penentuan saat panen buah
No
Indikator
Varietas Lokal
Varietas Introduksi
1
Warna kulit buah
Coklat-coklat tua
Kuning kecoklatan-coklat cerah
2
Rasa buah
Manis (brix minimal 14)
Manis (brix minimal 18)
3
Umur buah
6 bulan
4-6 bulan (tergantung varietas)

(Sumber: http://balitjestro.litbang.deptan.go.id/id/202.html, Diunduh pada 22 Maret 2012)

Kandungan Nutrisi Lengkeng
Buah lengkeng kaya akan vitamin, mineral dan nutrisi lainnya. Vitamin yang terkandung dalam buah langkeng antara lain; Vitamin B1, B2, B3 dan vitamin C. mineral yang dikandung adalah besi, magnesium, kalium dan tembaga. Selain itu lengkeng juga mengandung serat dan protein dalam jumlah yang cukup.
(Sumber: (1) http://www.hort.purdue.edu/newcrop/morton/longan.html, Diunduh pada 22 Maret 2012; (2) http://www.home-remedies-for-you.com/herbs/longan.html, Diunduh pada 22 Maret 2012)
Beberapa Manfaat Lengkeng Bagi Tubuh
  • Lengkeng membantu meningkatkan kerja sistem kardiovaskular pada jantung.
  • Lengkeng kaya akan kandungan Kalium, zat yang mampu menjaga tekanan darah pada tubuh.
  • Konsumsi lengkeng juga dapat membantu atasi anemia, karena lengkeng mengandung zat besi yang mudah terserap tubuh.
  • Lengkeng mangandung Asam Fenolik, zat asam yang juga bekerja sebagai antioksidan bagi tubuh.
  • Lengkeng juga membantu menghambat proses penuaan dan meningkatkan kekenyalan kulit, terutama pada daerah sekitar mata.
(Sumber: http://www.home-remedies-for-you.com/herbs/longan.html, Diunduh pada 22 Maret 2012)
 

MANGGA

Mangga (Mangifera indica L.), pertama kali tercatat, berasal dari India dan telah dikenal masyarakat setempat sejak 4,000 tahun silam. Ditemukan dalam catatan sejarah bahwa
Alexander Agung adalah orang asing yang pertama kali melihat perkebunan mangga di Lembah Indus di tahun 327 SM. Manga, demikianlah orang-orang pertama kali menyebutnya, berasal dari bahasa Malayalam (India Selatan). Nama latin mangga adalah Mangifera indica, yang berarti “pohon yang berbuah mangga”. Sebenarnya mangga juga ditemukan di Asia Tenggara, Australia dan Amerika Tengah. Varietas mangga koleksi Taman Wisata Mekarsari antara lain; mangga arumanis, gedong gincu, golek, manalagi, okyong, dermayu, brazil, kingstone pride, green bombay, kelapa, haden, dan masih banyak lagi. Lokasi koleksi mangga Mekarsari berada di areal kebun blok A (daun 3 dan 4), kebun blok C (daun 1 dan 2) serta areal laboratorium Biosari.

Vitamin A pada Mangga

Menurut data FAO, terdapat 250 juta penduduk (terutama anak-anak dan wanita hamil) di dunia yang terancam kekurangan asupan vitamin A. Akibat kekurangan vitamin A berhubungan langsung dengan malnutrisi yang akan berujung pada penurunan kekebalan tubuh hingga kebutaan.

Mangga merupakan sumber pro-vitamin A yang sangat baik. Pada buah mangga dengan berat 250 gram, terkandung 3 gram karotene sehingga dikatakan bahwa 1 buah mangga per hari akan mencukupi kebutuhan harian vitamin A bagi tubuh. Kandungan karotene akan meningkat walaupun buah dipanen sebelum masak, buah di proses menjadi buah kering dan bahkan pada kondisi 6 bulan setelah panen.



Penyimpanan Buah Mangga

Buah mangga dapat dipertahankan dalam keadaan baik selama 15 – 21 hari sesudah panen tergantung pada varietas, daerah penghasil dan musim. Buah mangga berwarna hijau yang sudah tua dapat masak pada suhu 21 – 24 °C dan kelembaban 85 – 90%. Untuk mempercepat dan menyeragamkan kematangan buah mangga dapat dilakukan dengan cara menyemprot buah menggunakan etilen dengan dosis 100 ppm dan dibiarkan di dalam ruangan tertutup selama 24 – 48 jam pada suhu 20°C.

Buah mangga dapat rusak karena suhu rendah atau kondisi dingin. Kerusakan oleh suhu rendah ini antara lain terlihat dari berubahnya warna kulit menjadi abu – abu, terbentuknya lubang – lubang pada kulit dan buah masaknya tidak merata. Selain itu warna buah menjadi jelek dan rasanya pun tidak enak. Guna mencegah kerusakan oleh suhu rendah, sebaiknya buah mangga disimpan pada suhu 10 – 15 °C.

(sumber : Buku Pedoman Budidaya Mangga; Mekarsari)


7 Fakta Unik Buah Mangga :
  1. Di berbagai belahan dunia, mangga biasa dimakan sebagai buah serta makanan pelengkap. Buah ini mengandung enzim dengan serat seperti yang kita temukan pada buah pepaya. Buah mangga juga mengandung banyak beta-Karoten yang oleh tubuh diubah menjadi vitamin A.
  2. Jika kita disuruh menjawab pertanyaan “Buah apa anak-anak yang banyak mengandung Vitamin C ?”, saya yakin sebagian besar dari kita akan menjawab “Buah Jeruk”. Tidak salah memang jawaban tersebut, namun ternyata Buah mangga memiliki kandungan Vitamin C yang jauh lebih banyak daripada buah Jeruk tadi !
  3. Buah mangga dapat membantu mencegah penyakit kolestrol karena mengandung pectin yang tinggi. Yaitu semacam serat yang dapat larut dalam darah dan sangat penting untung mengatur kolestrol darah.
  4. Biasanya buah mangga dipetik dari pohonnya ketika masih hijau atau setengah matang lalu disimpan di suatu tempat selama beberapa hari agar matang sendiri. Biasanya proses penyimpanan ini berlangsung selama 2 hingga 3 hari, tergantung dari kondisi buah ketika dipetik.
  5. Membakar daun, batang, atau ranting dari tanaman mangga sangat tidak dianjurkan karena pada bagian tersebut biasanya sering terdapat berbagai jamur beracun yang apabila terkena mata atau kulit dapat menyebabkan iritasi yang serius. Daun pohon mangga yang kelihatannya segar ini ternyata beracun.
  6. Daun Buah mangga ternyata mengandung racun dan apabila dimakan oleh ternak dapat berpotensi membunuh mereka.








 MELON

Melon (Cucumis melo) merupakan salah satu jenis buah yang mudah dijumpai di berbagai tempat penjualan buah seperti di pasar tradisional, pasar modern, kios buah,
dan juga di pedagang buah keliling. Masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di perkotaan, sebagian besar menyukai buah ini. Hal ini dapat disebabkan oleh cita rasa buahnya yang manis, buah yang tersedia sepanjang tahun karena tanaman ini mampu berbuah setiap waktu tanpa mengenal musim, dan harga buahnya cukup terjangkau oleh masyarakat.

Melon merupakan tanaman buah semusim yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae. Melon berasal dari Lembah Panas Persia atau daerah Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika. Tanaman ini menyebar luas ke Iran, Uzbekistan, Afghanistan, India, Spanyol, Cina dan Jepang.

Melon telah dibudidayakan sejak zaman kuno dan mulai dikenalkan di Eropa pada abad ke-15. Bangsa Perancis pada masa raja Charles VIII membawa melon ke negara mereka dari Noples, setelah kunjungan beliau dari Itali pada tahun 1495. Pada abad ke-14 melon dibawa ke Amerika oleh Colombus dan akhirnya ditanam luas di Colorado, California, dan Texas. Akhirnya melon tersebar ke seluruh penjuru dunia terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia.



Melon terdiri dari tujuh kelompok, tetapi melon yang umum dibudidayakan di Indonesia hanya tiga kelompok yaitu :
  1. Reticulus (Cucumis melo var. Reticulus).
  2. Inodorus (Cucumis melo var. Inodorus).
  3. Cantaloupe (Cucumis melo var. Cantaloupe).
Usaha budidaya melon mulai dikembangkan di Indonesia pada tahun 1980-an di daerah Cisarua (Bogor-Jawa Barat) dan Kalianda (Lampung) namun pada saat ini sudah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Luas area pertanian melon di Indonesia mencapai 3.329 ha dengan produksi mencapai 70.560 ton (Departemen Pertanian, 2004). Produsen utama buah melon di Pulau Jawa adalah Jawa Timur (Malang, Ngawi, Pacitan, Madiun) dan Jawa Tengah (Sukoharjo, Surakarta, Karang Anyar, Klaten). Khusus di Provinsi Banten, usaha budidaya melon baru dimulai pada tahun 2005.



Teknik penanaman melon di Indonesia umumnya dilakukan di lahan terbuka seperti area pesawahan atau ladang. Budidaya dilakukan dengan sistem bedengan (lebar 100 cm dan tinggi 35 cm), sedangkan panjang bedengan disesuaikan dengan petakan sawah (yang ideal 10 - 15 m). Jarak antar bedengan berkisar antara 40 - 50 cm. Sistem drainase harus baik agar tanaman tidak tergenang dalam waktu yang lama, karena akan menyebabkan kematian. Selain itu, peluang terserang penyakit juga lebih besar. Budidaya biasanya dilakukan pada musim kemarau dengan luas lahan minimal 1.000 m2, sedangkan varietas yang dipilih sesuai dengan permintaan pasar dan memiliki harga jual tinggi.

Petani melon biasanya menanam melon secara berpindah-pindah pada lahan sawah atau ladang bekas ditanami padi. Hal ini dilakukan untuk menghindari serangan hama dan penyakit tanaman yang akan muncul jika tidak dilakukan rotasi tanaman sehingga akan mengakibatkan gagal panen.

Mekarsari sebagai salah satu tempat pengembangan tanaman hortikultura telah berhasil membudidayakan tanaman melon dalam pot atau populer dengan sebutan tabulampot. Tabulampot merupakan salah satu cara untuk menghijaukan pekarangan rumah masyarakat yang tinggal di perkotaan yang memiliki lahan sempit dan tertutup semen. Keuntungan menanam cara tabulampot diantaranya dapat memetik sendiri hasil panen buahnya dalam keadaan segar dan gratis.

Selain itu keunggulan menanam tanaman buah di dalam pot di antaranya :
a. Tidak memerlukan lahan yang luas.
b. Dapat menjadi penghias taman atau ruangan.
c. Tanaman di dalam pot mudah dipindahkan ke mana saja.
d. Tidak perlu berpindah-pindah lokasi untuk menghindari serangan hama dan penyakit tanaman.
e. Mudah pemeliharaan tanamannya.
f. Pemberian pupuk lebih efektif bagi tanaman.
g. Pengendalian hama dan penyakit tanaman lebih mudah.
h. Mudah panen buahnya karena tanamannya pendek.

Salah satu kegiatan tour yang ada di Taman Wisata Mekarsari adalah mengajak pengunjungnya untuk langsung memetik sendiri buah melon yang telah siap panen. Kegiatan ini dilakukan di area perkebunan modern yakni di area Green House.



Buah melon yang berbentuk bulat dapat ditemukan hampir diseluruh toko buah baik tradisional maupun modern. Taman Wisata Mekarsari sebagai salah satu pusat studi tanaman buah hortikultura telah berhasil mengembangkan teknologi melon berbentuk kotak atau terkenal dengan sebutan melon kotak pada tahun 2009. Melon kotak yang di produksi Mekarsari tidak merubah rasa maupun tekstur buahnya tetap renyah dan manis. Saat ini selain bentuk kubus atau kotak, tim produksi Mekarsari telah berhasil membuat melon dengan aneka bentuk lainnya seperti bentuk hati, segitiga, dan boneka.






BIRIBA MEKARSARI

Kelompok srikaya berukuran raksasa ini berasal dari Amerika Tropika banyak terdapat di Brazil, Kolombia, Meksiko, Peru, dan Argentina. Di Indonesia, buah ini terkenal dengan sebutan

“Srikaya Malinau” (Rollinia mucosa) karena tanamannya banyak ditanam di daerah Malinau, Kalimantan Timur. Biriba merupakan tanaman buah yang pertumbuhannya sangat cepat dengan tinggi tanaman 4 – 15 m. Tanamannya dapat tumbuh dengan baik mulai dataran rendah sampai menengah sampai ketinggian 600 m dpl.
Keistimewaan tanaman ini adalah ukuran buahnya besar dengan bobot mencapai 1,7 kg per buah. Kulit buah dihiasi tonjolan yang menyerupai tanduk dengan warna kulit hijau ketika muda dan berubah kekuningan ketika buah masak. Daging buahnya lembut, tanpa serat, dan sedikit berair. Rasa buahnya manis dengan perpaduan seperti srikaya dan mangga, beraroma khas. Buah matang selain dapat dimakan langsung juga dapat diolah menjadi bahan campuran es krim. Tanamannya dapat diperbanyak dengan semai biji. Tanaman mulai berbuah umur 2 – 3 tahun (bibit semai biji).
Di Mekarsari tanaman biriba dapat ditemukan di Lab. Biosari, Kebun buah blok A, B, D, dan Nursery.
Ketersediaan bibit : stok tersedia.









 

BUAH TIN

Buah Tin (Ficus carica) atau popular dengan nama fig tree adalah tanaman semak berasal dari Timur Tengah dengan tinggi tanaman 6 – 10 m. Tanamannya telah tersebar ke Asia Barat
mulai dari Pantai Balkan hingga Afganistan. Buah tin merupakan tanaman yang masih satu kerabat dengan tanaman beringin dan nangka (Moraceae). Tanamannya dapat berdaptasi dengan baik pada mulai ketinggian 0 – 1.700 m dpl. Yang disebut sebagai 'buah' sebetulnya adalah dasar bunga majemuk yang membentuk bulatan.
Bentuk buah bulat berukuran kecil dengan diameter 3 – 5 cm, dengan kulit berwarna hijau ketika muda dan berubah menjadi ungu ketika matang. Buah matang dapat dimakan langsung atau dapat dibuat menjadi manisan buah kering seperti buah kurma, dengan cita-rasa manis. Buahnya banyak mengandung vitamin A dan C serta mengandung kalsium, magnesium hingga potasium.

Buah tin termasuk buah yang banyak mengandung khasiat diantaranya : dapat merangsang pembentukan hemoglobin darah, untuk mengobati penyakit anemia. Selain itu buah ini juga baik untuk mengendalikan nafsu makan dan membantu usaha penurunan berat badan. 


Di Mekarsari tanaman buah tin dapat ditemukan di Lab. Biosari, Kebun Buah Blok D, dan Nursery.
Ketersediaan bibit : stok terbatas.







 
Macam-macam tanaman hias
Saat ini banyak jenis bunga yang bisa kita dapatkan di toko bunga. Biasanya toko bunga menjualnya lengkap dengan vas bunga. Namun kita juga dapat membeli hanya seikat bunga. Berbagai bunga yang dijual, dipajang dengan indah. Kita dapat membelinya untuk hadiah kepada orang yang kita sayangi maupun untuk kita sendiri sebagai tanaman budidaya. Selain itu, banyak juga bunga yang dijadikan sebagai tanaman hias. Berikut ini adalah jenis-jenis bunga yang paling disukai:
Bunga Teratai
Bunga Teratai lebih dikenal masyarakat dunia dengan nama Water lily. Namun bunga ini bukanlah jenis dari bunga Lily. Bunga ini adalah bunga dari tanaman yang hidup dan tumbuh di permukaan air. Tanaman ini dapat tumbuh di permukaan air yang tenang, seperti di kolam, sungai atau rawa. Oleh karena itu, bagi orang-orang yang ingin memelihara bunga ini haruslah memiliki kolam untuk membudidayakannya.
Kateliya (Cattleya)
Bunga Kamboja berasal dari Amerika Tengah dan banyak tumbuh di Meksiko dan Venezuela. Bunga ini lebih dikenal dengan nama Plumeria, yang diambil dari nama seorang ahli tanaman yang berasal dari Perancis dan terkenal pada abad ke-17, yaitu Charles Plumier. Sebelum terkenal dengan nama Plumeria, bunga Kamboja dikenal dengan nama Frangipani. Nama ini adalah nama seorang berkebangsaan Itali yang menemukan dan membuat minyak wangi dari bunga Kamboja di abad ke-16.


Kembang Sepatu
Kembang Sepatu berasal dari Asia Timur. Bunga ini juga dapat dijadikan sebagai tanaman hias karena warna-warnanya yang cantik. Bunga ini merupakan jenis tanaman semak dan tumbuh di daerah yang suhunya hangat. Bunga tumbuh pada tanaman yang dapat mencapai ketinggian 2 sampai 5 meter. Daunnya mempunyai bentuk yang agak lebar dan bulat dengan ujung daun yang meruncing.
Bunga Tulip
Bunga Tulip yang banyak tumbuh dan terkenal di negara Belanda, juga merupakan jenis bunga yang banyak dicari. Bunga ini tumbuh di musim dingin, dan tidak dapat tumbuh subur di tempat yang beriklim tropis.

Bunga Anyelir
Ketenaran bunga Anyelir hampir menyamai bunga Mawar, dan juga merupakan salah satu bunga yang paling populer di dunia. Bunga ini merupakan ekspresi dari suatu perasaan yang sentimental, kecantikan, serta kesegaran yang tahan lama. Bunga Anyelir kebanyakan berwarna merah muda, namun ada pula yang berwarna merah, putih, kuning dan hijau. Bentuknya bulat dengan komposisi beberapa bagian kelopak yang terpisah.

Bunga Melati (Jasmine)
Bunga yang tumbuh setiap tahun ini memiliki wangi yang sangat harum dan khas. Bunga ini tumbuh di daerah tropis dan mekar pada musim semi atau musim panas. Biasanya bunga ini kuncup pada malam hari dan akan mekar lagi pada pagi hari.

Bunga Anggrek
Bunga Anggrek yang berasal dari spesies yang bernama Orchidaseae ini dikenal sebagai bunga yang tahan lama. Bunga ini juga sangat populer dengan keeksotikannya. Oleh karena itu banyak orang yang menjadikannya sebagai tanaman hias. Bunga Anggrek mempunyai banyak warna seperti ungu, merah keunguan, putih, dan kuning.

Bunga Aster
Sebuah taman bunga tidak lengkap bila tidak ada bunga Aster. Bunga dengan banyak jenis dan warna yang cantik ini mencerminkan keriangan, kegembiraan dan kesederhanaan. Apabila anda ingin berbagi keceriaan pada seseorang dengan bunga, maka bunga Aster adalah pilihan yang tepat.

Bunga Mawar

Bunga Mawar merupakan bunga yang paling banyak dicari dan disukai oleh semua orang. Karena dengan warna dan bentuknya yang cantik, serta wanginya yang harum mampu menggugah perasaan seseorang. Oleh karena itu bunga Mawar merupakan bunga yang paling populer di dunia, dengan banyaknya jenis Mawar yang begitu memikat. Bunga Mawar disukai oleh orang tidak hanya untuk dipajang atau ditanam dalam vas atau pot bunga, tetapi juga dengan membuat kebun bunga Mawar

Tanaman rumput dan penutup tanah
Peran tanaman dalam mewujudkan perfoma taman yang diinginkan sangat penting. Dalam satu taman, urutan tanaman yang biasa dipasang pada bagian paling luar yaitu tanaman sebagai penutup tanah atau sebagai pembatas.
Pada umumnya, tanaman penutup tanah dicirikan dengan tanaman yang rendah, tingginya berkisar 1-20 cm (contohnya rumput, moss, tanaman merambat dan tanaman menjalar) hingga 20-30 cm (misalnya tanaman hias bunga yang bersifat semusim atau tanaman semak hias daun dan hias bunga yang berukuran rendah).
Nama                           : Rumput embun
Nama ilmiah                 : Polytrias amaura
Karakter                      : Sebagai penutup tanah, rumput embun beradaptasi pada habitat yang teduh maupun terkena sinar matahari langsung. Rumput ini digunakan dalam bentuk lempengan dengan ukuran 20 cm x 20 cm
Keistimewaan               : Tekstur relatif kasar, sesuai untuk taman instan yang berskala besar, baik outdoor atau indoor
Nama                           : Rumput manila
Nama ilmiah                 : Zoysia matriella
Karakter                      : Rumput ini digunakan sebagai tanaman penutup tanah. Habitnya yaitu daerah yang terkena sinar matahari langsung. Rumput ini digunakan dalam bentuk lempengan berukuran 20 cm x 20 cm.
Keistimewaan               : Tekstur relatif halus. Sesuai dengan teksturnya, rumput ini sering digunakan untuk skala taman instan yang relatif lebih kecil.
Nama                           : Lumut moss
Nama ilmiah                 : Spagnum sp
Karakter                      : Sebagai penutup tanah, tanaman ini beradaptasi pada habitat yang tidak terkena sinar matahari langsung dan lembap. Penggunannya dalam bentuk lempengan berukuran 10 cm x 10 cm.
Keistimewaan               : Sangat tepat untuk permukaan taman yang bergelombang sehingga akan mengesankan suasana pegunungan yang lembap. Penempatannya didekat kolam, air terjun atau air mancur taman instan. Moss ini bisa menjadi kontras pada taman kering gaya jepang atau taman instan indoor.
Nama                           : Krisan
Nama ilmiah                 : Chrysanthemum sp
Karakter                      : Krisan merupakan jenis herba berbunga dengn tinggi tanaman 10-15 cm. Ukuran bunga relatif kecil tetapi jumlahnya banyak dan kompak.
Keistimewaan               : Tanaman hias bunga dengan warna yang beragam, yaitu kuning, merah, putih dan pink. Potensial untuk gelar bunga. Namun, oleh karena warna bunganya yang mencolok maka sering juga dijadikan untuk kontras elemen taman.
Nama                           : Lavender
Nama ilmiah                 : Lavandula officinalis L
Karakter                      : Lavender merupakan herba yang tumbuh baik didaratan tinggi yang dingin karena berasal dri daerah subtropis. Tinggi tanaman berkisar 15-20 cm.
Keistimewaan               : Daun berwarna ungu tua dan menilap. Potensial untuk penutup tanah yang berbatasan dengan elemen batu terutama batu hias putih.
Nama                           : Lidah mertua
Nama ilmiah                 : Sanseviera sp
Karakter                      : Tanaman ini merupakan tanaman sukulen, daun pendek, tahan teduh dan tahan terhadap cahaya langsung.
Keistimewaan               : Daun berwarna variegata, hijau bintik-binttik dan hijau pinggir berpita kuning. Umunya digunakan sebagai tanaman pembatas atau tanaman dalam pot yang tampil solitter. Selain itu, tanaman ini juga dapat digunakan untuk pelembut bagi taman instan kering.
Nama                           : Paku-pakuan
Nama ilmiah                 : Neprolephis sp
Karakter                      : Paku-pakuan merupakan tanaman berumpun, tahan teduh dan tahan cahaya matahari langsung serta mudah beradaptasi pada kondisi lingkungan.
Keistimewaan               : Warna daun hijau terang dan ada yang kekuning-kuningan. Tekstur tanaman terlihat halus jika digunakan sebagai penutup tanah terkesan kompak.
Nama                           : Pacar air
Nama ilmiah                 : Impatiens balsamina
Karakter                      : Pacar air merupakan tanaman sukulen, lebih menyukai keteduhan dan lembap.
Keistimewaan               : Warna daun variegata, hijau bintik-bintik dan hijau pinggir berpita kuning. Warna bunga sangat beragam, diantaranya merah, pink dan putih.
Nama                           : Anyelir
Nama ilmiah                 : Dianthus sp
Karakter                      : Anyelir merupakan jenis herba yang bisa dikembangkan sebagai tanaman penutup tanah dan tumbuh baik didaerah dingin.
Keistimewaan               : Tanaman hias bunga dengan warna merah hati dan merah menyala. Potensial dijadikan sebagai bahan untuk gelar bunga


Tanaman Herba
Tanaman herba merupakan tanaman yang batangnya tidak berkayu. Tanaman ini memiliki aneka bentuk, warna dan tekstur baik dilihat dari penampilan keseluruhan, daun ataupun bunganya. Tanaman herba yang digunakan dalam taman instan berupa tanaman hias dengan tinggi berkisar 30-80 cm. Umumnya tanaman herba dalam taman instan ditempatkan pada bagian lebih dalam dari tanaman pinggir, tanaman penutup kaki pot/tanaman dan penutup tanah.
Tanaman herba ini ditanam dalam pot-pot individu. Saat digunakan untuk elemen taman, tanaman dapat ditata secara berkelompok/dikombinasikan dengan tanaman lain atau elemen keras taman sesuai dengan desain yang dibuat dan diinginkan oleh desainernya.
Nama                           : Anthurium daun
Nama ilmiah                 : Anthurium sp
Karakter                      : Tanaman ini merupakan herba dengan daun berukuran besar dan bertekstur kasar, panjang daun bisa mencapai 80 cm. Tumbuh baik ditempat teduh.
Keistimewaan               : Warna daun hijau bisa ditata dalam kelompok besar sebagai strata 2. Bagi tanaman yang berukuran besar, bisa disajikan sebagai tanaman pot individual.
Nama                           : Lili
Nama ilmiah                 : Agapanthus orientalis
Karakter                      : Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung dan kebutuhan airnya sedang. Tanaman ini sesuai untuk dataran tinggi.
Keistimewaan               : Termasuk bunga majemuk dengan warna ungu yang mencolok. Bunga mekar silih berganti. Bentuk daunnya pun menarik, memanjang dengan ujung sedikit meruncing.

Nama                           : Aglaonema
Nama ilmiah                 : Aglaonema sp
Karakter                      : Aglaonema memiliki keragaman bentuk, ukuran dan warna daun yang menakjubkan. Tanaman ini tahan terhadap naungan.
Keistimewaan               : Tanaman hias dengan warna-warna yang spektatkuler. Ditata dalam pot soliitetr, ukuran yang memadai dapat menjadi titik pusat perhatian dalam taman instan. Jumlah yang banyak dapat ditata secara massal.
Nama                           : Tanduk rusa
Nama ilmiah                 : Platycerum bifurcatum
Karakter                      : Tanduk rusa merupakan tanaman epifit, umumnya menempel di pohon sebagai inangnya. Tanaman ini tahan terhadap ruangan.
Keistimewaan               : Tanaman hias daun dengan bentuk daun memanjang, ukuran dan teksturnya beragam. Sesuai ditanam dalam pot teracota, tempel pada elemen batang hias atau pergola dan dijadikan titik perhatian dalam taman instan.
Nama                           : Nanas hias
Nama ilmiah                 : Ananas bracteatus
Karakter                      : Bagian pinggir daun nanas hias berduri, tahan terhadap cahaya langsung.
Keistimewaan               : Tanaman hias daun dan buah. Warna daunnya beragam dan sangat cerah. Cocok juga untuk ditata ditaman kering.
Nama                           : Begonia
Nama ilmiah                 : Begonia x Erythrophylla
Karakter                      : Herba sukulen yang dapat beradaptasi pada berbagai kondisi tempat, tahan naungan dan media yang agak kering.
Keistimewaan               : Tanaman hias daun dengan keragaman warna dan motif daun yang cukup tinggi. Bisa digunakan untuk penutup tanah atau tanaman gantung didalam taman instan.
Nama                           : Spathiphyllum
Nama ilmiah                 : Spathiphyllum sp
Karakter                      : Herba berumpun dan perenial. Tahan terhadap naungan dan kelembapan yang cukup.
Keistimewaan               : Tanaman hias daun dengan bunga putih yang menarik. Umumnya dalam taman instan digunaklan sebagai tanaman strata 2 dan border taman.
Nama                           : Imperial white
Nama ilmiah                 : Syngongium sp
Karakter                      : Herba menjalar, tumbuh baik dibawah naungan dan kelembapan cukup. Tanaman ini tahan terhadap sedikit kekeringan.
Keistimewaan               : Tanaman hias daun, warna hijau dengan corak keperak-perakan. Tanaman yang menjalar bisa digunakan untuk penutup tanah sedangkan tanaman yang tegak disajikan sebagai individu tanaman.
Nama                           : Heliconia
Nama ilmiah                 : Heliconia rostrata
Karakter                      : Herba berbunga semusim tetapi tumbuh anakan terus-menerus. Sangat baik ditempat yang terkena cahaya matahari langsung. Tinggi tanaman 70-200 cm.
Keistimewaan               : Jenis, bentuk dan warna bunganya beragam. Ada bunga yang menjuntai tetapi ada pula yang tegak. Tanaman dalam polibag dapat digunakan sebagai pengisi taman, sebagai bunga potong, heliconia berpotensi untuk mengisi elemen teracota untuk dijadikan the point of interest dalam taman instan.
Tanaman Semak
Tanaman semak (bush) merupakan tanaman berkayu, tetapi tidak memiliki batang utama. Penggunaan semak untuk pengisi taman instan bisa dalam berbagai ukuran tanaman, mulai ukuran tinggi 30-40 cm sampai 200 cm, baik yang ditanam didalam black polybag maupun pot asalkan mudah dibawa dan dipindah-pindahkan. Tanaman semak yang umu digunakan biasanya memiliki karakter ornamental karena warna dan bentuk daun atau keindahan bunganya.
Nama                           : Leea
Nama ilmiah                 : Leea quineensis-burgundi
Karakter                      : Tanaman ini membutuhkan sinar matahari sedang dengan kebutuhan air juga sedang. Lingkungan tumbuhnya didaerah dengan tingkat kelembapan sedang.
Keistimewaan               : Daunnya majemuk dan cukup rimbun. Warna ungu pada daun membuat tanaman ini tampil dinamis dan elegan. Tanaman ini memiliki anak daun dengan bentuk yang lanset dan tepinya bergelombang.
Nama                           : Kedondong laut
Nama ilmiah                 : Polycias crispatum
Karakter                      : Tanaman ini hanya tahan dengan sinar matahari sedang dengan kebutuhan air sedang. Lingkungan tumbuhnya yaitu tempat dengan kelembapan tinggi.
Keistimewaan               : Tanaman ini berupa tanaman semak yang rimbun tanpa merontokkan daunnya. Bentuk daunnya unik, yaitu pinate (memiliki anak daun). Ujung daun bergerigi.
Nama                           : Puring
Nama ilmiah                 : Codiaeum variegatum ’Aucubifolium”
Karakter                      : Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung. Kebutuhan airnya termasuk sedang. Tempat tumbuhnya yaitu yang memiliki tingkat kelembapan sedang.
Keistimewaan               : Bentuk daun yang oval dengan warna yang hijau berbintik kuning atau sebaliknya.
Nama                           : Azalea
Nama ilmiah                 : Rhododendron sp
Karakter                      : Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung. Umumnya, tumbuh dengan baik di dataran tinggi.
Keistimewaan               : Ketika bunga mekar, terlihat kompak. Selain itu, warna bunga yang variatif dengan warna yang mencolok (merah, merah muda dan putih) sangat eye catching.
                                   

Tanaman Perdu
Perdu adalah bentuk tanaman berkayu dan memiliki batang utama serupa pohon, hanya ukuran dewasa umunya memiliki tinggi tanaman mencapai 5 meter. Tanaman perdu dalam wadah pot individu sering digunakan untuk pengisi ruang-ruang dengan ukuran yang relatif luas serta memiliki plafon tinggi. Taman instan yang menggunakan tanaman perdu umum diterapkan di loby hotel dan perkantoran, gedung-gedung atau hail pertemuan serta tempat-tempat diluar ruangan seperti tepi jalan atau plaza.
.
Nama                           : Adenium
Nama ilmiah                 : Adenium obesum
Karakter                      : Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung dengan kebutuhan air rendah karena termasuk tanaman sukulen.
Keistimewaan               : Bentuk bunganya mirip dengan terompet. Warna bunga sangat beraga, diantaranya merah, oranye dan putih atau perpaduan warna tersebut.
Nama                           : Pandan bali
Nama ilmiah                 : Yucca elephantipes
Karakter                      : Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh dengan kebutuhan air sedang. Lingkungan tumbuhnya ditempat dengan tingkat kelembapan rendah.
Keistimewaan               : Daun tanaman ini berbentuk pita memanjang berwarna hijau mengilap. Istimewanya, permukaan daun tanaman ini dilapisi lilin sehingga tahan lama walaupun berada dilingkungan ber-AC.
Nama                           : Beringin
Nama ilmiah                 : Ficus benjamina ’Variegata’
Karakter                      : Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung dengan kebutuhan air sedang. Lingkungan tumbuhnya ditempat dengan tingkat kelembapan rendah.
Keistimewaan               : Bentuk tajuknya rimbun. Selain itu, warna daun yang variegata (kuning-hijau) juga memberikan nuansa yang dinamis jika dijadikan sebagai eye catching pada taman instan.
Nama                           : Teh, Tsubaki
Nama ilmiah                 : Camelia sp
Karakter                      : Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung dan tumbuh didataran tinggi yang dingin.
Keistimewaan               : Ukuran daunnya kecil dan rimbun. Percabangan dari batang cukup banyak sehingga membentuk tajuk yang kompak. Warna bunganya macam-macam, ada yang putih, pink dan merah.




Tanaman Merambat
Tanaman merambat memiliki sifat tahan terhadap penyinaran penuh. Dengan demikian, umunya tanaman ini memiliki bunga dengan warna yang cemerlang. Jenis-jenis tanaman tersebut pada taman permanen umum digunakan untuk tanaman pergoal, disamping sebagai screen, yaitu penyaring cahaya. Pada taman instan, tanaman merambat ini juga sering digunakan untuk pergola mini, dirambatkan pada reling pagar pembaas atau rangka kawat, bambu dan kayu yang dibentuk.
Nama                           : Alamanda
Nama ilmiah                 : Allamanda violacea
Karakter                      : Alamanda merupakan tanaman merambat dan berbunga sepanjang tersinari sepanjang tahun. Kebutuhan tanaman terhadap air termasuk sedang dan mampu tumbuh dnegan baik didataran rendah atatu tinggi. Perbanyakan dengan menggunakan setek batang atau cangkok.
Keistimewaan               : Selain warna ungu, tanaman ini juga ada yang berbunga kuning dan kecoklatan. Ukuran bunga ada yang kecil dan besar.
Nama                           : Bugenvil
Nama ilmiah                 : Bougainvillea spectabilis
Karakter                      : Tanaman ini tumbuh merambat dengan ketinggian sampai 5 meter. Kebutuhan tanaman akan sinar matahari termasuk tinggi untuk pembentukan bunga. Tanaman ini mampi tumbuh didataran tinggi maupun rendah.
Keistimewaan               : Variasi warna bunga tanaman ini cukup banyak, di antaranya merah, kuning, putih dan ungu. Musim bunganya sepanjang tahun selama kebutuhan sinar matahari tercukupi.
Nama                           : Podranea
Nama ilmiah                 : Podranea ricasoliana
Karakter                      : Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung dan hanya mampu tumbuh dengan baik didataran tinggi.
Keistimewaan               : Bunganya berwarna ungu muda semburat ungu tua pada bagian tengahnya.
Nama                           : Pasiflora
Nama ilmiah                 : Possiflora coccinea
Karakter                      : Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung dan mampu tutmbuh didataran tinggi maupun rendah.
Keistimewaan               : Ketika mahkota bunga membuka, putik dan benang sari akan tampak jelas berada ditengah-tengahnya. Warna mahkota bunga ada yang merah dan hijau.
Nama                           : Brunfelsia
Nama ilmiah                 : Brunfelsia pauciflora
Karakter                      : Kebutuhan tanaman akan sinar mathari termasuk tinggi dan cocok untuk dataran tinggi maupun rendah.
Keistimewaan               : Saat masih muda, bunga berwarnaputih dan berubah menjadi ungu pada hari selanjutnya.
Nama                           : Mandevila
Nama ilmiah                 : Mansdevilla sp
Karakter                      : Tanaman ini membutuhkan sinar matahri langsung. Umumnya, tanaman ini mampu umbuh didataran tinggi atau rendah.
Keistimewaan               : Selain merah, bunga mandevila ada juga yang berwarna putih dan kuning. Ukuran bunga yang sangat besar dan tumpuk, terlihat kompak.



Tanaman Air
Pada penampilan taman instan modern, elemen tanaman air sering disajikan dalam wadah tempayan teracota maupun tempayan fiberglass untuk dijadikan titik perhatian (the point of interest). Tanaman air ini juga sering digunakan untuk pengisi elemen kolam instan. Umumnya, tanaman air ini berupa tanaman hias air daun dan bunga.
Nama                           : Teratai
Nama ilmiah                 : Nympea rubra
Karakter                      : Tanaman ini membutuhkan sinar matahari tinggi dan dapat tumbuh didataran tinggi maupun rendah
Keistimewaan               : Variasi warna bunga sangat beragam. Kuning, oranye, ungu, putih dan merah adalah yang paling banyak dijumpai. Warna daunnya ada yang hijau dan variegata.
Nama                           : Melati air
Nama ilmiah                 : Echinodorus macrophyllus
Karakter                      : Tanaman ini membutuhkan sinar mathari langsung. Tanaman ini juga bisa tumbuh di dataran rendah maupun tinggi.
Keistimewaan               : Keistimewaan tanaman ini terletak pada bunga yang tumbuh dibatatng. Dalam satu batang yang memanjang tumbuh beberapa kuntum bunga.
Nama                           : Pontederia
Nama ilmiah                 : Pontederia cordata
Karakter                      : Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung dan mampu tumbuh dengan baik di dataran rendah.
Keistimewaan               : Warna ungu pada bunganya terlihatt kompak. Daunnya pun cukup menarik, berbenuk memanjang dengan ujung meruncing.

Durian Blambangan dan Durian Petruk

Posted on 15 June 2011 by Ayu Andria
durian petrukBuah durian atau yang sering disebut dengan duren merupakan buah yang istimewa. Buah durian tumbuh subur di daerah yang beriklim tropis. Jenis buah durian sangat beraneka ragam, namun buah durian  unggulan hanya ada beberapa jenis. Diantara buah durian yang menjadi varietas unggul adalah durian Petruk dan durian Blambangan.
Durian Petruk banyak dibudidayakan di daerah Jepara, Jawa Tengah. Durian ini telah mendapat sertifikasi dari Departemen Pertanian Jepara sebagai buah durian varietas unggul. Durian Petruk yang sering disebut sebagai Durian Jepara menjadi varietas yang diunggulkan karena buahnya memiliki rasa yang manis dan lezat. Buah durian Petruk memiliki beberapa keistimewaan unik, diantaranya:
  • Kulit luar buah durian ini tajam meruncing, dengan warna kulit luar hijau kekuningan atau kuning kecoklatan. Dan kulit buah durian ini akan sedikit membelah ketika sudah waktunya matang.
  • Durian Petruk memiliki bau dan aroma buah menyengat yang sedikit menusuk hidung.
  • Daging buah durian Petruk tebal, sedikit berserat, lentur namun tidak lembek. Selain itu, rasa daging buahnya manis murni dengan sedikit rasa pahit.
  • Durian Petruk juga memiliki biji buah yang kecil, sehingga daging buahnya yang tebal nikmat sekali ketika dimakan.
Karena hal tersebutlah, durian Petruk menjadi durian juara yang memikat dan banyak diminati orang.
durian blambanganSelain Jepara, ada juga daerah lain yang menjadi tempat budidaya durian. Daerah tersebut adalah Blambangan yang terdapat di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pada tahun 2009, daerah Blambangan menjadi target pemerintah untuk memajukan potensi agro wisata dengan cara melakukan penanaman ribuan pohon durian. Program tersebut telah menjadikan Blambangan sebagai salah satu sentra penghasil durian yang ada di Indonesia. Durian yang dihasilkan di daerah Blambangan pun menjadi terkenal dengan nama Durian Blambangan. Durian Blambangan biasanya matang pada bulan April-Mei. Durian Blambangan memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:
  • Daging buahnya cukup tebal, dengan warna daging buah kuning pucat.
  • Rasa dari durian Blambangan tidak kalah hebat dengan durian Petruk. Durian Blambangan memiliki rasa yang manis bercampur pahit yang kental, hal ini merupakan salah satu keunggulan dari durian Blambangan.
  • Kulit luar durian Blambangan tidak terlalu tebal sehingga mudah untuk dibuka.
  • Daging buahnya lembut dan tidak banyak mengandung serat.

Sawo Ciku Jumbo

Posted on 10 March 2011 by Nurhaida
Buah sawo adalah sejenis buah yang bulat, jika buah sawo matang warnanya tetap coklat, namun daging buah sawo lebih lunak. Buah sawo matang mengandung air dalam kadar yang tinggi dengan rasa yang manis dan segar. Sawo yang berwarna coklat adalah sawo yang biasa dan banyak ditemukan. Ternyata selain sawo biasa juga ada jenis sawo yang bernama ciku jumbo.
Sawo ciku jumbo dapat tumbuh di semua wilayah Indonesia. Sawo ini memiliki pohon yang tidak jauh berbeda dengan sawo biasa. Namun daunnya berwarna hijau keemasan. Buah sawo ciku jumbo yang muda berbentuk bulat bola, bukan lonjong seperti sawo biasa. Di waktu masih muda, buah sawo ciku jumbo berwarna hijau. Ketika buah sawo matang, warnanya akan berubah menjadi ungu.
Selain itu, struktur buah sawo ciku jumbo ini agak sedikit berbeda dengan sawo biasa. Buah sawo ciku jumbo isinya lebih berserat dan di tampuknya terdapat getah yang rasanya agak pahit. Kulit sawo ciku jumbo juga lebih tebal jika dibandingkan dengan sawo biasa. Namun, bagi Anda yang senang dengan sensasi aneka buah, sawo ciku jumbo adalah salah satu pilihan tepat. Apalagi dengan lapisan manis legit yang terdapat di sekitar biji sawo ini yang dapat membuat Anda ketagihan.
Jika Anda tertarik untuk menanam buah sawo ciku jumbo caranya sangat gampang. Cara pertama adalah dengan menggunakan cara tradisional. Anda tinggal menanam biji sawo ciku jumbo di tanah, dan tunggulah dewasa sehingga Anda dapat memanen buah yang legit ini. Namun, cara yang seperti ini tentu membutuhkan waktu lama.
Sebagai alternatif, Anda bisa membeli bibit sawo ciku jumbo yang telah dicangkok. Anda dapat memperolehnya di toko tanaman di kota Anda. Harga yang ditawarkan juga tidak terlalu. Biasanya berkisar dari Rp50.000,00 hingga Rp150.000,00 (tergantung pada kualitas buah sawo itu sendiri). Dengan membeli tanaman cangkok, Anda bisa lebih cepat memanen buah sawo anda.

Tumpang sari Pohon Jati dan Ubi Jalar

Setiap pekebun pasti mengharapkan pertumbuhan tegakan pohon jati dengan baik. Tegakan pohon jati yang baik dicirikan dengan pertumbuhannya cepat, seragam, batang tumbuh tegak lurus, tidak menggarpu, hemat pupuk dan sehat. Tegakan yang tumbuh baik akan menghasilkan kayu jati yang bermutu tinggi. Kayunya dihargai tinggi di pasaran.
Pada saat awal penanaman pohon jati, areal penanaman akan terlihat terbuka. Areal penanaman berlimpah cahaya matahari. Para pekebun biasa memanfaatkan kondisi tersebut dengan tumpang sari. Salah satu jenis tanaman yang dimanfaatkan sebagai tumpang sari yaitu ubi jalar. Ubi jalar memilki banyak keunggulan. Keunggulannya yaitu mudah ditanam, adaptif di segala kondisi tanah dan pertumbuhannya terus-menerus. Pasalnya bila lahan tidak dilakukan tumpang sari, justru gulma yang akan tumbuh menutupi areal penanaman.
Langkah-langkah membuat tumpang sari pohon jati dengan ubi jalar sebagai berikut. Pertama-tama lahan ditanami dengan ubi jalar. Ubi jalar dibiarkan tumbuh hingga 2-3 bulan. Setelah itu, baru pohon jati ditanami di lahan. Kedua tanaman tersebut dibiarkan tumbuh bersama-sama. Bila tanaman ubi jalar sudah terlihat menutupi lahan, maka pada ubi jalar dilakukan pemangkasan. Pangkasan ubi jalar tersebut ditimbun ke dalam tanah. Di dalam tanah akan terjadi proses pembusukan. Proses pembusukan dan penguraian tersebut akan mengundang predator. Predator-predator ini bergerak aktif di dalam tanah membuat rongga-rongga dan terowongan. Aktivitas organisme ini membuat tekstur tanah menjadi gembur.
Hasil tumpang sari pohon jati dengan ubi jalar dapat terlihat dalam waktu 10-12 bulan. Pertumbuhan tegakan pohon jati terlihat lebih cepat dan seragam. Harapannya, pada tegakan pohon jati menghasilkan kayu jati yang bermutu tinggi. Pohon jati dapat dipanen pada umur kurang lebih 15 tahun. Kriteria kayu jati bermutu tinggi yaitu batang lurus, tinggi batang bebas cabang lebih dari 10 meter. bentuk batang silindris. Harga jati seperti ini dinilai mahal.

Berbagai Durian di Indonesia

Posted on 7 February 2011 by Paulardo
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki varian durian terbanyak di dunia. Varian durian Di Indonesia dapat mencapai ratusan, dari durian yang memiliki rasa enak hingga durian yang memiliki rasa tidak enak. Indonesia seharusnya dapat menciptakan jenis durian unggulan sendiri, tidak hanya mengembangkan bibit durian dari luar negeri. Sehingga Indonesia dapat dibuat komoditas durian unggulan yang dapat bersaing di dunia.
Buah durian merupakan buah berkulit duri namun memiliki rasa yang sangat enak dan legit. Buah ini memiliki aroma yang sangat khas dan menyengat. Buah legit ini banyak sekali jenisnya, di Indonesia saja terdapat bermacam-macam durian seperti durian sukun, durian merah, durian matahari, durian otong, durian kuning emas, dan lain-lain. Sedangkan durian monthong bukanlah durian asli Indonesia.
Ada banyak sekali durian yang dibudidayakan di Indonesia diantaranya :
  1. Durian petruk. Merupakan durian dari Jepara yang merupakan salah satu durian terlezat di Indonesia. Durian ini memiliki isi yang kecil dan daging buah yang berwarna putih.
  2. Durian monthong. Durian monthong merupakan salah satu durian yang paling terkenal di kalangan masyarakat. Durian yang berasal dari Thailand ini banyak disukai orang. Durian ini memiliki rasa yang sangat enak sehingga banyak dicari. Warna daging buahnya ada yang putih dan ada pula yang kuning. Namun durian ini lebih mudah terserang penyakit Phytophthora sp. Bila dibanding dengan durian lainnya.
  3. Durian kuning emas. Durian ini memiliki rasa yang khas,legit dan manis. Durian ini tidak seperti durian lainnya, karena durian ini tidak meninggalkan bau setelah dimakan. Kalau durian lain tentunya akan meninggalkan bau khas durian.
  4. Durian merah. Merupakan durian yang memiliki daging buah yang berbeda dari yang lainnya. Durian ini memiliki daging buah yang merah. Rasanya pun tidak kalah lezatnya bila dibandingkan dengan durian yang lain.
Bibit durian satu dengan yang lainnya tidak sama harganya. Harga bibit durian petruk sekitar Rp15.000,00/bibit. Harga bibit durian montong sekitar Rp25.000,00/bibit. Harga bibit durian kuning emas sekitar Rp20.000,00/ bibit. Sedangkan harga bibit durian merah sekitar Rp20.000,00/ bibit. Harga ini untuk ukuran bibit sekitar 30-70cm.

Jenis Tanaman Hias

Ada dua kategori jenis tanaman hias, yakni daun dan bunga.
Tanaman Hias Daun
1. Adiantum atau suplir.
null
Suplir sendiri mempunyai berbagai jenis dan varietas. Meski begitu, suplir yang cukup cantik karena berdaun kecil dan memberi suasana segar itu, agak sulit dipelihara karena membutuhkan lingkungan yang lembab dan udara bersih.
Suplir membutuhkan sedikit cahaya. Karena itu, sebagian tempatnya harus teduh. Jenis tanaman ini juga tidak terlalu banyak membutuhkan air, asal lembab dan tidak basah, tetapi juga tidak kering. Air penyiram sebaiknya air hujan.
Selama musim kemarau, pot perlu dikelilingi dengan mos yang basah – tidak harus dengan air hujan – agar kelembabannya terjaga. Pada awal musim hujan, merupakan musim tumbuh, sebaiknya suplir dipupuk teratur sesudah dipindah ke pot yang lebih sesuai besarnya.
2. Keladi Red Star (Caladium Bicolor)
null
Kecantikan tanaman ini terletak pada bentuk dan warna daunnya.
Keladi Red Star kecantikannya adalah pada urat daunnya yang berbentuk bintang dan berwarna merah cerah, tangkai daunnya berwarna agak kemerahan (pink) dengan belang-belang hitam.
Keladi hias termasuk tanaman yang mudah ditanam, tanaman hias ini cepat berkembang asal media tanamnya tetap dijaga lembab.
Tanaman ini sebaiknya diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari penuh, agar warna merah pada urat daunnya menguat.
Untuk penyiraman cukup disiram sekali dalam sehari. Penyiraman harus ke medianya, jangan ke daun.
Dengan media yang basah (lembab), keladi akan tumbuh cantik, lebar, dan warna pada daunnya akan lebih keluar.
Media biasanya memakai sekam atau cocopeat. Jangan memakai tanah karena akar sulit untuk menembusnya,
3. Aglaonema

Tanaman ini berdaun lonjong hijau, dihiasi bintik-bintik, garis, atau ban berwarna abu-abu keperakan. Sri rejeki ini mudah ditanaman tanpa perawatan intensif, tapi membutuhkan cahaya yang tidak langsung dan lingkungan yang lembab.
Hanya saja, Anda perlu hati-hati bila ruangan terlalu panas dan kering di musim kemarau,
daun Sri Rejeki mudah layu dan harus dibuang. Tanaman ini juga tidak tahan terhadap uap air dari dapur dan asap rokok. Selain itu, daun segar yang sudah tua juga perlu dipangkas.
4. Dieffenbachia
null
Di kalangan penjual tanaman hias, Dieffenbachia dikenal pula sebagai daun bahagia atau bunga bahagia.
Dieffenbachia juga dikenal mudah dalam perawatan dan perbanyakannya. Tanaman ini tahan dalam ruangan meskipun untuk jangka tertentu perlu diperlakukan pula di ruang terbuka. Warna daunnya cenderung gelap bila ditempatkan dalam ruang atau di bawah naungan.
Jadi, tak masalah jika ingin menjadikannya sebagai tanaman indoor.
Daun Dieffenbachia mampu menyerap racun di udara. Menempatkannya dalam ruangan, selain mempercantik ruang, juga membersihkan udara. Menanamnya di halaman, bisa ikut membantu mengurangi gas polutan di sekitar rumah.
Perbanyakan tanaman ini umumnya dilakukan dengan stek.
Tetapi berhati-hatilah karena, getah daun dan batang Dieffenbachia BERBAHAYA!! dapat menyebabkan gatal-gatal maupun kejang pada bibir dan lidah serta kerongkongan bila mengenainya. Meskipun setelah beberapa waktu dapat pulih kembali, gejala ini dapat menyebabkan syok, bahkan kematian apabila kejang mengganggu saluran pernafasan.
5. Kuping Gajah
(Anthurium crystallinum Lindl.)

null
Tanaman lainnya yang tak kalah cantik adalah Anthurium Crystallinum atau Kuping Gajah. Tanaman ini dipelihara karena keanehan daunnya yang berbentuk jantung dan besar, bila dibandingkan dengan ukuran batangnya. Daun yang lebar ini lalu dianggap menyerupai kuping gajah.
Daun kuping gajah berwarna hijau tua dengan urat-urat hijau muda keputih-putihan.
Tanaman ini termasuk jenis Anthurium Daun, yang memiliki daya pikat terutama dari bentuk-bentuk daunya yang istimewa dan untuk perawatannya lebih mudah, karena perhatian cenderung hanya tertuju pada daunnya saja.
Anthurium hanya butuh sinar matahari sedikit. Tempat yang teduh seperti di beranda rumah, teras belakang rumah menjadi tempat yang cocok bagi Anthurium.
Daun Anthurium akan berubah menguning jika terkena sinar matahari secara terus menerus dalam waktu lama.
Tetapi bila cahaya kurang, daun nampak lemas dan pucat, daun dan tangkainya cenderung memanjang.
Untuk menanamnya sebaiknya gunakan media yang disukai Anthurium yaitu media yang berupa campuran arang sekam, pakis cacah dan humus. Tujuannya agar akar-akar dari Anthurium ini mudah untuk tumbuh dan menyebar.
Penyiraman dilakukan 1 kali sehari, tetapi jika cuaca panas, boleh di siram 1 – 2 kali (pagi dan sore), tanaman ini tidak suka basah tetapi suka kelembapan. Air tidak boleh sampai tergenang atau becek.
Daun yang sudah tua atau rusak karena hama dan penyakit, dipotong agar tanaman tampak bersih dan menarik.
6. Paku Tanduk Simbar Menjangan
(Platycerium bifurcatum (Cav.) C.Chr.)

null
Paku Tanduk Rusa (Platycerium) adalah suatu genus tumbuhan paku dengan lebih kurang 18 jenis. Kesemuanya merupakan epifit (akar melekat di batang pohon) dengan penampilan yang unik karena memiliki dua tipe daun dengan fungsi dan bentuk jelas berbeda.
Dua tipe daun:
1. Tipe pertama selalu steril dan berbentuk perisai tegak, mengering pada kondisi kurang air, fungsinya mengumpulkan dedaunan kering dan penangkap air, sehingga kelembaban bagi rimpang terjaga.
2. Tipe kedua menjuntai dari “pusat” daun tipe pertama dengan bentuk menyerupai tanduk rusa (walaupun ada beberapa jenis yang tidak demikian), fungsinya sebagai pembawa spora yang terletak di sisi bawah daun, panjang daun yang menjuntai dapat mencapai satu meter atau lebih.
Paku yang juga biasa disebut Simbar Menjangan ini dapat dijumpai tumbuh liar di semua daerah tropis dunia (dari Malaysia sampai Polynesia).
Tanaman hias ini biasa ditempel di pohon atau digantungkan untuk memberikan kesan alami pada taman.
Tempat yang disukai oleh tanaman ini adalah tempat yang teduh, yang tidak langsung memperoleh sinar matahari.
Anakan yang tumbuh dapat dipisah dari induknya secara hati-hati dan ditempelkan pada tempat lain.
7. Saka Asparagus Plumosus.

Ini tanaman sejenis paku yang lebat daunnya menyerupai jarum halus. Potongan batang yang berdaun, ditambah beberapa bunga, lalu digunakan untuk menghias. Asparagus ini mudah ditanam, asal diberi cahaya matahari tidak langsung. Ia juga butuh lingkungan yang lembab dan tidak kekurangan air.
Tanaman Hias Bunga
Bagi Anda yang tidak begitu menyukai tanaman hias daun, masih ada tanaman hias bunga.Tanaman hias ini, selain daunnya memberi daya tarik tersendiri, bunganya juga amat memikat, misalnya:
1. Begonia semperflorens yang merupakan salah satu jenis Begonia bunga.

Ia tetap mungil dan berbunga setiap saat sepanjang tahun.
Tanaman yang daunnya bulat, hijau mengkilat ini, memiliki bunga bervariasi, dari putih sampai ke merah merona. Jenis tanaman ini menghendaki udara lembab (biasanya pot dibungkus dengan mos basah), akan tetapi daun-daunnya tidak boleh kena air.
2. African violets dan violltjes.

Tanaman yang mungil dengan daun agak berbulu ini biasanya memberi bunga yang indah. Warna bunganya biasanya biru, merah jambu keputih-putihan, atau merah lembayung.
Tanaman ini amat suka ditanam di lingkungan yang lembab dan udara yang tenang tidak berangin. Mungkin karena sifatnya yang agak manja, tanaman ini juga tidak tahan terhadap cahaya matahari langsung, kekeringan, asap rokok dan perubahan suhu yang terlalu sering. Bila menyiram tanaman ini, harus menggunakan air suam-suam kuku, dan usahakan agar tidak sampai memerciki daunnya.

9 Jenis Tanaman Hias dengan Harga Jual Paling Mahal di Indonesia

BBM boleh naik, tapi tak membuat pecinta tanaman hias di tanah air berhenti berburu koleksi. Mereka tetap memburu tanaman hias yang tengah tren. Keunikan satu tanaman membuat pecintanya rela mengeluarkan uang banyak. Mau tahu tanaman hias yang kini populer? ketahui ada 9 tanaman hias yang kini paling populer.

1. Anthurium

http://hermawayne.blogspot.com
Dari 9 tanaman hias yang paling populer, hanya Anthurium yang masa trendnya paling lama, 2 tahun. Bahkan pedagang dan kolektor masih menunggu respon masyarakat pada pameran terbesar di Lapangan Banteng, Jakarta. Anthurium termasuk keluarga Araceae. Tanaman yang memiliki kelebihan pada daunnya yang unik, indah dan bervariasi ini, masih satu keluarga dengan beberapa tanaman hias lain yang juga populer, Aglonema, dan Alokasia. Dengan tulang daun yang besar dan menonjol membuat tanaman ini tampak kekar. Anthurium ada 1000 jenis, tapi yang populer hanya beberapa. Di antaranya Anthurium Jenmanii, Wave of Love, Hookeri, Jenmanii Sawi, Anthurium Variegata, dll. Paling mahal dari jenis Jenmanii, bisa menembus puluhan juta, bahkan ratusan juta rupiah. Di Oasis Nursery Anthurium termahal yang pernah dijual seharga 70 juta rupiah.

2. Aglaonema
http://hermawayne.blogspot.com
Meski 2 tahun ini tren dikuasai Anthurium, Aglaonema masih bisa mencuri perhatian pecinta tanaman hias. Apalagi setelah para petani berhasil menyilangkan tanaman ini dengan jenis lain, sehingga melahirkan varian baru dengan warna dan corak daun yang beragam. Tanaman yang akrab disapa sri rejeki ini terdiri dari beragam spesies. Chocin, Miss Thailand, Red Silver, Param Ruay, dan Pink Panther adalah spesies yang harganya masih mahal. Spesies yang harganya sudah murah Pride of Sumatera, Lady Valentine, dan Donna Carmen.

3. Philodendron
http://hermawayne.blogspot.com
Banyak yang memprediksi kehadiran Philodendron akan menggeser dominasi Anthurium dan Aglaonema. Philodendron yang berdaun lebar termasuk dalam keluarga Aracea. Keindahan Philla yang dalam bahasa Yunani berarti cinta tidak hanya pada daun, bunga dan batangnya yang unik juga membuat kagum. Jenis Philodendron termasuk banyak, tapi cardinal black yang paling banyak digemari. Dengan harga relatif murah dibanding Aglaonema dan Anthurium, Philodendron jadi alternatif bagi pecinta tanaman yang tak sanggup membeli Anthurium dan Aglaonema yang mahal.

4. Sansevieria
http://hermawayne.blogspot.com
Popularitas Sansevieria membumbung tinggi sejak awal tahun ini. Lekukan Sansevieria yang seksi tengah hangat dibicarakan, baik pecinta tanaman hias maupun pedagang. Jenis yang tengah diburu yang bentuknya unik, langka alias variegata. Semakin unik dan langka, berarti semakin eksklusif dan juga semakin mahal. Paling mahal jenis Kirkii Silver Blue yang menembus angka 10 juta per daunnya.

5. Puring
http://hermawayne.blogspot.com
Kuda hitam, itulah ungkapan yang pas untuk menggambarkan tanaman Puring yang kini tengah tren. Bagaimana tidak? Puring yang dulu banyak tumbuh di kuburan dan tidak ada harganya kini naik kelas. Harga Puring melambung tinggi, bahkan kini sudah berdiri sejajar dengan tanaman hias mahal lainnya. Jangan heran tanaman yang memiliki nama lain Croton ini menghias rumah-rumah mewah. Puring yang kini jadi incaran hobiis jenis Logam, Oscar, Kura, Red Aple, dll. Kekuatan Puring terletak pada warna dan bentuk daun yang warna-warni. Semakin unik, semakin mahal.

6. Nepenthes
http://hermawayne.blogspot.com
Nepenthes atau akrab dengan nama Kantong Semar termasuk keluarga monotypic. Tanaman yang dulu tumbuh di gunung ini telah berurbanisasi, menghiasi perumahan mewah. Fungsinya juga ganda, selain sebagai hiasan juga pembasmi serangga. Kian besar kantong dan warnanya bercorak, berarti kian mahal. Nilai nominal yang menjadi alasan perburuan Kantong Semar di hutan di Kalimantan kini kian marak. Sebelum membeli, kenali dulu jenis Nepenthes, karena ada beberapa jenis yang hanya bisa tumbuh di dataran rendah atau sebaliknya.

7. Adenium
http://hermawayne.blogspot.com
Stock Adenium kini memang tengah banjir di pasar tanaman hias. Coba bandingkan dengan 2 atau 3 tahun lalu, harganya masih cukup mahal. Tapi kini dengan uang 10 ribu, kita sudah dapat Adenium dengan corak warna yang bagus. Dengan uang 20 ribu, kita telah dapat Adenium jenis Harry Potter atau Peterpan. Untuk mendapat Adenium berwarna kuning cukup mengeluarkan kocek 50 ribu. Padahal setahun atau 2 tahun lalu jenis ini masih mahal. Meski begitu, masih banyak Adenium yang nilainya jutaan, bahkan puluhan juta. Dengan bonggol yang unik, harga tanaman ini bisa terkatrol tinggi.

8. Kadaka
http://hermawayne.blogspot.com
Tren Anthurium membetot popularitas Kadaka, tanaman khas Indonesia yang berdaun tebal dan besar dan banyak tumbuh di hutan. Kadaka yang dulu dicuekin kini diburu. Kadaka yang laris manis di pasaran Kadaka Osaka, Kadaka Ular, Kadaka keriting. Keunikan Kadaka terletak pada bentuk dan ukuran daun. Semakin besar dan unik bentuknya, semakin mahal pula.

9. Euphorbia
http://hermawayne.blogspot.com
Corak bunganya yang indah dan eksotis membuat para pecinta tanaman melupakan duri yang menempel di batang Euphorbia. Jenis Euphorbia sangat banyak, mulai yang lokal hingga impor, atau hasil silangan. Lantaran mudah ditanam, membuat harga tanaman ini cukup murah. Perawatan yang mudah juga menjadi salah satu alasan tanaman asli Madagaskar ini digemari.